KETIK, BANYUWANGI – Grup musik Slank menilai kondisi ekonomi masyarakat Indonesia masih menghadapi tekanan. Karena itu, kolaborasi melalui industri musik dan ekonomi kreatif dinilai penting untuk membuka lapangan kerja sekaligus memperluas peluang usaha bagi masyarakat.
Drummer Slank, Bimbim, menyampaikan hal tersebut saat konferensi pers HS Berani Kita Beda Tour Hey Slank di Kabupaten Banyuwangi, Minggu, 1 November 2026. Konser di Banyuwangi menjadi penutup rangkaian tur Slank bersama HS yang berlangsung selama satu tahun dan menyambangi 10 kota di Indonesia.
“Satu tahun terakhir ini, kita kerja bersama HS. Dari awal emang sudah komtimen dengan Haji Suryo (owner HS). Di tengah kondisi ekonomi yang lagi berat ini, kita kolaborasi membuka lapangan pekerjaan lebih besar, membuka wawasan anak muda lewat musik, untuk jadi lebih baik,” ungkap Bimbim.
Bimbim memastikan kolaborasi tersebut berlanjut pada 2027 melalui tur ke 10 kota lainnya. Menurut dia, kerja sama itu tidak sekadar menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat di daerah yang menjadi lokasi konser.
“Kemarin sudah ngobrol lagi dengan Haji Suryo, akan 10 kota lagi tahun depan, alhamdulillah, berkah ya. Niatnya sama, gimana caranya di ekonomi yang lagi berat ini, bisa bikin lapangan pekerjaan, itu sih niat awalnya, aku. Slank dan Pak Suryo,” lanjutnya.
Selain tur, Slank dan HS juga menyiapkan konser khusus untuk memperingati ulang tahun ke-43 Slank pada Desember 2026. Konser tersebut direncanakan berlangsung di Jakarta, sedangkan lokasi penyelenggaraannya belum diumumkan.
“Tempatnya? Segera! (dikabarkan),” tambah vokalis Slank, Akhadi Wira Satriaji alias Kaka.
HS Fasilitasi UMKM dan Slankerspreneur
Bassist Slank, Ivan Kurniawan atau Ivanka, mengatakan kolaborasi tersebut turut memberi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta Slankerspreneur, sebutan bagi penggemar Slank yang menjalankan usaha.
Melalui rangkaian konser, HS menyediakan fasilitas berupa stan untuk membantu para pelaku usaha memasarkan produk mereka kepada penonton. Program serupa akan kembali hadir dalam tur yang direncanakan berlangsung pada 2027.
“HS memfasilitasi temen-temen UMKM, Slankerspreneur untuk bikin booth-booth. Di 10 kota berikutnya, insya Allah slankers juga akan mendapatkan tempat lagi berjualan di konsernya Slank. Thanks HS!” tambah Ivanka.
Sepanjang tur di 10 kota, HS mengajak lebih dari 500 pelaku UMKM dan sekitar 5.000 anggota komunitas anak muda untuk terlibat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dengan melibatkan masyarakat dan komunitas setempat.
Direktur Komersial HS, Tessa Arya Pradana, mengatakan pihaknya akan memperluas kolaborasi dengan komunitas kreatif dan tokoh lokal atau local heroes di setiap kota tujuan tur pada tahun depan.
HS juga berencana menghadirkan beragam kegiatan agar kerja sama tersebut memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya meningkatkan pengenalan merek kepada masyarakat.
“Tahun depan, banyak kolaborasi dengan local-local heroes dan komunitas kreatif. Tahun depan, kami pinginnya lebih dari sekadar awareness, akan ada variasi. Tapi pointnya adalah kolaborasi dengan Slank akan kami lanjutkan,” ungkapnya.
Banyuwangi Sumbang 25 Persen Penjualan HS di Jawa Timur
Tessa turut menyoroti perkembangan bisnis HS di Jawa Timur, termasuk di Banyuwangi. Dia menyebut Banyuwangi menyumbang 25 persen dari total penjualan nasional perusahaan.
Menurut Tessa, kinerja bisnis di Jawa Timur menunjukkan perkembangan positif. HS mulai berekspansi ke Banyuwangi pada awal 2026 dan mencatatkan kinerja yang dinilai signifikan.
“Kami berterimakasih kepada masyarakat Jatim, performance bisnis kami bagus banget, Banyuwangi baru awal 2026 kami ekspansi, tapi performance sangat signifikan. Walaupun pabrikan kami di Jateng, tetapi kami merasa sangat diterima di Jatim, walaupun secara bisnis pabrikan rokok di Jatim banyak banget,” sambungnya.
Sebelum menutup rangkaian tur di Banyuwangi, HS Berani Kita Beda Tour Hey Slank telah menyambangi sembilan kota lainnya, yakni Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Lampung, Malang, Palembang, Bandung, dan Purwokerto di Kabupaten Banyumas.
Di Banyuwangi, konser berlangsung di Pantai Boom Marina. Selain Slank, penyelenggara menghadirkan sejumlah musisi dan grup musik, yakni Deky Donk dari Banyuwangi, Reina Eighteen.dj dan Begundal Lowokwaru dari Malang, Superiots dari Bogor, Rebellion Rose dari Yogyakarta, serta Tony Q Rastafara dari Jakarta.
Penyelenggara juga melibatkan musisi lokal sebagai bagian dari upaya memberi ruang bagi talenta daerah untuk tampil di panggung yang lebih luas. Konser berlangsung mulai sore hingga malam hari.
Sebelum konser, Slank dan HS dijadwalkan mengikuti kegiatan berkendara bersama komunitas otomotif Banyuwangi. Rombongan memulai perjalanan dari GOR Tawangalun dan mengakhiri kegiatan di Pantai Boom Marina. (*)
