KETIK, BANGKALAN – Wacana pembentukan Provinsi Madura kembali mendapat perhatian dari Anggota DPR RI Fraksi PAN, Slamet Ariyadi. Ia menilai perjuangan menjadikan Madura sebagai daerah otonom baru bukanlah gagasan yang muncul belakangan.
Slamet mengaku telah lama mendorong gagasan pembentukan Provinsi Madura. Menurutnya, pemekaran tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan dan mempercepat pemerataan kesejahteraan masyarakat di Madura.
Meski demikian, Slamet melihat ada agenda yang tidak kalah penting untuk segera didorong, yakni industrialisasi. Jika harus menentukan mana yang lebih dahulu menjadi prioritas, ia secara tegas memilih pembangunan industri.
“Yang jelas industrialisasi,” kata Slamet.
Menurutnya, industrialisasi memiliki dampak yang lebih langsung terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam menciptakan lapangan pekerjaan.
Masuknya industri diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat Madura untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup.
“Untuk bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya. Kamis 20 Agustus 2026.
Slamet menegaskan, dukungan terhadap industrialisasi bukan berarti mengesampingkan cita-cita pembentukan Provinsi Madura. Keduanya, menurut dia, sama-sama dapat menjadi instrumen untuk mendorong kemajuan Madura, namun pembangunan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja perlu mendapat perhatian serius.
Ia berharap apabila industrialisasi benar-benar berkembang di Madura, masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton. Industri harus mampu menyerap tenaga kerja dari Madura sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Ketika industri masuk, insyaallah SDM-SDM Madura bisa berdaya,” tuturnya.
Di sisi lain, Slamet mengingatkan agar pembangunan industri tidak mengabaikan karakter masyarakat Madura. Pertumbuhan ekonomi harus tetap berjalan seiring dengan perlindungan terhadap kultur dan budaya lokal.
“Yang terpenting dalam adanya industrialisasi, jangan sampai mengotori kultur-kultur dan budaya yang ada di Madura,” tegasnya.
Bagi Slamet, kemajuan Madura idealnya tidak hanya diukur dari banyaknya investasi yang masuk atau perubahan status administratif menjadi provinsi. Yang lebih penting adalah sejauh mana pembangunan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, memperkuat SDM, sekaligus menjaga identitas budaya Madura.
Karena itu, ia memandang industrialisasi dan perjuangan pembentukan Provinsi Madura perlu ditempatkan dalam kerangka besar yang sama, yakni menghadirkan pembangunan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Madura. (*)
Slamet Ariyadi: Industrialisasi Prioritas, Provinsi Madura Tetap Diperjuangkan
20 Agustus 2026 20:48 20 Agt 2026 20:48
Ismail Hasyim, Mustopa
Redaksi Ketik.com
Slamet Ariyadi Anggota DPR RI Fraksi PAN (Baju crem) saat mengikuti kunjungan lapangan tim Wasev TNI AD untuk Madura di jembatan Junok Burneh Bangkalan. (Foto: Ismail Hs/Ketik.com)
Tags:
Industrialisasi Prioritas Provinsi MaduraBerita Lainnya oleh Ismail Hasyim
26 Oktober 2026 11:31
RAR Soroti Status Lahan Dan Pemotongan Dana Revitalisasi SD, Dinas Pendidikan Bangkalan Minta Bukti
25 Oktober 2026 21:40
PKB Bangkalan Bidik Tambahan Kursi DPR RI pada Pemilu 2029
25 Oktober 2026 09:15
Mengaku Imam Mahdi, Pria di Bangkalan Diduga Tipu Korban Rp1,3 Miliar
24 Oktober 2026 20:45
Hari Jadi Bangkalan ke-495, Petugas Satpas SIM Kompak Berbusana Adat
19 Oktober 2026 20:23
GMNI Bangkalan Unjuk Rasa, Desak Polisi Usut Dugaan Peleburan Emas Ilegal
