KETIK, MALANG – Mengasah kemampuan bertempur di darat sekaligus menguasai tahapan penerjunan dari udara, Batalyon Infanteri (Yonif) 502/Ujwala Yudha bersama Tentara India (Indian Army) melaksanakan latihan terjun statik. Sinergi militer lintas negara ini digelar di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir Grati, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa, 3 November 2026. 

Dalam latihan tersebut, satuan yang bermarkas di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, ini mengerahkan 271 prajurit. Mereka diberangkatkan dari Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh menggunakan pesawat C-130 Hercules. Setibanya di lokasi, para prajurit melaksanakan penerjunan dari ketinggian 1.200 kaki yang terbagi dalam dua sorti penerbangan.

Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun mengatakan bahwa kemampuan terjun adalah salah satu keahlian utama yang mutlak dipelihara secara berkesinambungan.

"Latihan ini digelar untuk memelihara sekaligus meningkatkan keterampilan, ketangkasan, dan kesiapsiagaan prajurit Lintas Udara (Linud). Sebagai prajurit, senantiasa harus mampu melaksanakan tugas penerjunan sesuai standar kemampuan yang ditentukan," jelasnya dalam keterangan resmi diterima Ketik.com.

Latihan terjun statik prajurit Yonif 502/Ujwala Yudha bersama tentara India (Indian Army) di Puslatpur Marinir, Grati, Pasuruan, Selasa, 3 November 2026. (Foto : Penerangan Divisi Infanteri 2 Kostrad) 

Baca Juga:
Mutasi Polri! Belum Genap Sebulan Jabat Kapolres Bangkalan, AKBP Rossa Digeser ke Bareskrim

Sebelum penerjunan pasukan utama, kegiatan diawali dengan terjun bebas militer oleh personel Peleton Pandu Udara guna menyiapkan zona pendaratan. Seluruh tahapan latihan mengedepankan prosedur keamanan yang ketat, kedisiplinan tingkat tinggi, serta penguasaan teknik penerjunan.

"Kombinasi faktor ini menjadi kunci penting dalam membentuk prajurit Linud. Yaitu, selalu sigap menghadapi karakteristik medan penerjunan yang dinamis," terangnya.

Melalui latihan ini, prajurit Yonif 502/Ujwala Yudha membuktikan komitmennya dalam menjaga standar kesiapan operasional yang tinggi. Dengan kolaborasi internasional bersama Indian Army, sekaligus menjadi sarana pertukaran pengalaman taktis penerjunan. 

"Dengan latihan yang terukur dan berkesinambungan, diharapkan setiap prajurit selalu siap menjalankan tugas secara profesional, cepat, dan tepat dalam menghadapi berbagai kondisi penerjunan dan medan operasi," pungkasnya.(*)

Baca Juga:
Habiburokhman Bantah Gerinda Intervensi Soal Mutasi 7 Polisi Usai Tangkap Kader Narkoba di Surabaya