KETIK, BATU – Wali Kota Batu, Nurochman, meninjau empat lokasi terdampak luapan air dan longsor pada Kamis, 29 Oktober 2026, untuk melihat kerusakan infrastruktur serta dampaknya terhadap warga.

Dalam peninjauan tersebut, ia memastikan bantuan perbaikan awal pada bagian plengsengan yang ambrol akan mulai dikerjakan pekan ini.

Wali Kota yang akrab disapa Cak Nur itu didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Rombongan mendatangi Jalan Mangga di Desa Oro-Oro Ombo, Dusun Krajan Lor di Desa Tlekung, Dusun Junwatu di Desa Junrejo, dan Jalan Diponegoro di Desa Mojorejo.

Dari hasil peninjauan, luapan air dan kerusakan infrastruktur dipicu sejumlah faktor, termasuk sampah yang menyumbat saluran drainase serta meningkatnya debit air saat hujan deras.

Baca Juga:
Drainase Tersumbat, Hujan Deras Picu Luapan Air dan Longsor di 7 Titik Wilayah Kota Batu

Kondisi tersebut menyebabkan air meluber ke jalan dan berdampak pada sejumlah bangunan maupun properti milik warga.

“Kita fokus ini dulu, hujan pertama dengan kemarau agak panjang kemarin, akhirnya banyak sampah yang tercecer, kemudian terbawa arus air yang lumayan deras, akhirnya ada sumbatan di beberapa titik yang menyebabkan luapan air ke jalan,” ujar Cak Nur saat diwawancarai seusai peninjauan.

Ia menyebut Pemkot Batu akan membantu menangani kerusakan infrastruktur, terutama plengsengan yang ambrol. Bantuan perbaikan akan difokuskan pada bagian dasar atau fondasi, dengan cakupan pekerjaan sekitar satu hingga dua meter, bukan keseluruhan konstruksi.

“Yang pasti kita bantu untuk menyelesaikan di basic-nya nanti,” jelasnya.

Baca Juga:
Liburan Asyik! Batu Ekonomis Park Beri Promo Tiket Masuk Gratis 30 Oktober 2026 Tanpa Syarat

Politisi PKB ini memastikan pengerjaan bantuan tersebut akan dimulai dalam waktu dekat.

“Ya langsung dikerjakan. Minggu inilah yang kita bantu kerjakan,” imbuh Cak Nur.

Selain penanganan kerusakan, Pemkot Batu juga memperkuat upaya pencegahan menjelang musim hujan. Menurut Cak Nur, mitigasi telah dilakukan secara rutin di berbagai wilayah, salah satunya melalui kerja bakti warga untuk membersihkan lingkungan dan saluran air.

“Sudah kalau mitigasi sudah intens sebenarnya di semua wilayah,” ungkapnya.

Namun, ia menjelaskan bahwa peningkatan debit air saat hujan deras dapat membuat saluran drainase di kawasan permukiman tidak mampu menampung aliran air. Akibatnya, air meluap dan menimbulkan kerusakan di sejumlah titik.

Untuk meningkatkan kesiapsiagaan, Sekda Kota Batu akan mengirimkan surat kepada para kepala desa agar mengintensifkan kegiatan bersih-bersih dan kerja bakti di wilayah masing-masing.

“Ya, tadi Pak Sekda sudah mau bikin surat ke Kepala Desa untuk antisipasi di musim hujan ini untuk semuanya bersih-bersih, kerja bakti di masing-masing desanya,” tuturnya.

Sebelumnya, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi pada Rabu, 28 Oktober 2026, memicu banjir luapan dan tanah longsor di sejumlah titik di tiga desa di Kota Batu.

Kejadian tersebut mengakibatkan rumah dan warung warga terdampak banjir, kerusakan plengsengan, serta gangguan arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.(*)