KETIK, TUBAN – Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban mengukuhkan 752 wisudawan dan wisudawati dalam Wisuda ke-24 yang digelar di Graha Sandiya PT Semen Gresik, Tuban, Jumat, 6 November 2026.

Jumlah tersebut terdiri atas 692 lulusan program sarjana dan 60 lulusan program pascasarjana.

Hal yang membedakan wisuda kali ini adalah sebanyak 171 wisudawan tercatat telah memublikasikan artikel ilmiah pada jurnal terakreditasi Sinta 2, 3, dan 4. Publikasi tersebut dapat dikonversi menjadi pembebasan dari kewajiban skripsi dan sidang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam prosesi wisuda tersebut, turut hadir Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Ketua PGRI Jawa Timur, Ketua PGRI Tuban, jajaran pengurus dan pengawas PPLP-PT PGRI Tuban, serta mitra universitas.

Rektor Unirow Tuban, Prof. Dr. Warli, menegaskan bahwa Unirow tidak hanya mengukur mutu lulusan berdasarkan jumlah publikasi dan capaian akademik, tetapi juga kontribusi serta manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Baca Juga:
IKA Unirow Tuban Salurkan Bantuan Peralatan kepada 11 UKM, Dorong Mahasiswa Berprestasi

Kepada para wisudawan, rektor menyampaikan empat kata kunci yang perlu dipegang, yakni bersinar, tanpa membayangi, berdampak, dan tanpa membebani.

"Bersinarlah dengan ilmu, bersinarlah dengan karya. Namun, cahaya yang baik tidak menutupi cahaya lain. Jadilah lentera, bukan tirai. Sukses Anda tidak perlu dibangun di atas kegagalan orang lain," ujar Warli.

Warli juga mengingatkan agar ilmu yang diperoleh dimanfaatkan dengan bijak sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Berdampak tidak boleh berarti menjadi beban. Lulusan bermutu adalah mereka yang mandiri, bertanggung jawab, dan meringankan orang lain," tambahnya.

Baca Juga:
Duta Literasi PWI Tuban Dibuka Wabup, Peserta SMA/SMK Sederajat Dibekali 4 Materi Kekinian

Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, mengingatkan agar para lulusan mengimplementasikan karakter, ide kreatif, dan inovatif dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja.

"Kuncinya, Anda punya etika, integritas, disiplin, tanggung jawab, dan profesionalisme. Ini harus selalu ada. Jika Anda seperti itu, secara praktis dan strategis Anda dapat mengimplementasikan konsep dan karakter PTS di Wilayah VII Jawa Timur," jelasnya.

Prof. Dyah juga menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah peningkatan mutu pendidikan tinggi, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta di Jawa Timur.

Ia menilai, dalam beberapa tahun terakhir, Unirow telah menunjukkan komitmen untuk menjadi kampus berstandar global dengan tetap mengembangkan keunggulan lokal melalui berbagai kegiatan tridarma perguruan tinggi.

"Sebab, bagi saya, mutu pendidikan adalah fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dalam berprestasi, dan perguruan tinggi yang tidak bermutu akan ditinggalkan masyarakat," tegasnya.

Apresiasi terhadap penyelenggaraan Wisuda ke-24 Unirow Tuban juga disampaikan Ketua PGRI Jawa Timur, Dr. H. Djoko Adi Walujo. Ia mengaku terkesan dengan konsep wisuda Unirow yang memberikan ruang khusus bagi mahasiswa berprestasi.

Menurut Djoko, Unirow telah mampu memberikan penghargaan nyata kepada mahasiswa berprestasi dengan menampilkan profil mereka serta menempatkan orang tua di barisan depan.

"Saya baru melihat wisuda seperti ini. Foto wisudawan terbaik dipajang, dan orang tua duduk di barisan depan. Ini penghargaan nyata atas prestasi mereka," katanya.

Melalui Wisuda ke-24 ini, Unirow Tuban menegaskan bahwa keberhasilan akademik tidak hanya ditentukan oleh capaian nilai dan gelar, tetapi juga harus dibarengi dengan integritas, etika, dan tanggung jawab sosial.