KETIK, SURABAYA – Kebersihan toilet hingga inovasi penataan lingkungan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) mendapat apresiasi dari Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H Amir MM, saat melakukan kunjungan pada Senin, 2 November 2026.

H Amir mengaku terkesan dengan fasilitas toilet dan kran air di masjid tersebut. Menurutnya, fasilitas itu memiliki konsep dan kebersihan yang menyerupai toilet hotel.

“Ini pengalaman baru, karena kami langsung ke toilet dan kran air nomor 104. Kayaknya toilet di Masjid Al-Akbar ini memiliki konsep yang kayak bukan toilet saja, karena kayak toilet di hotel, sangat bagus dan bersih. Kami sempat motret-motret juga,” ujar H Amir.

Dalam kunjungan bersama tiga staf tersebut, H Amir diterima langsung Ketua Badan Pelaksana Pengelola (BPP) MAS, Dr KHM Sudjak MAg, beserta jajaran.

Selain melihat fasilitas masjid, rombongan juga menanyakan pengelolaan perpustakaan, manajemen imam, hingga pola penyelenggaraan kegiatan atau event.

Baca Juga:
Tempuh Perjalanan Sepekan ke Surabaya, 183 Guru Halmahera Selatan Akhirnya Diwisuda

Menanggapi kunjungan tersebut, Sudjak menjelaskan bahwa pengelolaan MAS memiliki sistem tersendiri dan tidak berada di bawah Biro Kesra Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Ia menyebut, Masjid Al-Akbar ditetapkan sebagai Masjid Nasional oleh Menteri Agama pada 2003. Penetapan itu menjadikan MAS sebagai salah satu lokasi alternatif kegiatan keagamaan Presiden selain Masjid Istiqlal.

“MAS ditetapkan Menag sebagai Masjid Nasional pada tahun 2003 agar dapat menjadi lokasi alternatif untuk kegiatan keagamaan Presiden yang selain Istiqlal. Namun, pengelolaannya unik, karena pengurus seperti ketua, sekretaris, bendahara, dan ketua bidang itu mendapat SK Gubernur untuk lima tahun, tapi 230-an karyawan dengan SK pengurus,” ujarnya.

Kepala Biro Kesejahteraan (Kesra) Sekdaprov NTB H Amir MM saat berkunjung pada Senin 2 November 2026. (Foto : Humas Masjid Al-Akbar Surabaya)

Baca Juga:
Suroboyo Wani Menggema! 170 Ribu Warga Saksikan Heroiknya Napak Tilas Perjuangan Arek-Arek Suroboyo

Sudjak juga menjelaskan bahwa pengelolaan MAS sejak awal mengandalkan pembiayaan secara mandiri.

Salah satu sumber pendapatan utamanya berasal dari penyewaan Ballroom Shofa dan Marwah yang digunakan untuk kegiatan pernikahan.

Selain itu, pengelola mengembangkan sejumlah unit usaha dan fasilitas, seperti parkir berbasis infak yang dikelola bersama pihak ketiga, kaleng Jumat, Menara 99 meter, serta lapangan mini soccer yang juga berbasis infak.

Menurut Sudjak, keberadaan lapangan mini soccer bukan semata-mata untuk memperoleh pendapatan, melainkan juga menjadi salah satu cara menarik minat anak muda agar lebih dekat dengan masjid.

Penataan lingkungan turut menjadi perhatian pengelola. MAS menghadirkan sejumlah taman, termasuk taman budaya dan taman hijau untuk tanaman seperti melon.

Terdapat pula air mancur yang menjadi salah satu lokasi favorit anak muda untuk berswafoto, terutama saat kegiatan Qiyamul Lail pada Ramadan.

Sudjak menyebut, MAS juga menjadi salah satu tujuan wisata religi di Surabaya.

Wisatawan mancanegara yang berkunjung diperkirakan mencapai 400 orang setiap bulan, dengan sekitar 20 persen di antaranya berasal dari China.

Sementara itu, jumlah wisatawan domestik disebut mencapai ribuan orang setiap bulan.

Ia mengatakan, pengelola berupaya menjadikan MAS sebagai tempat yang ramah bagi berbagai kalangan, termasuk pengunjung non-Muslim.

Untuk mendukung hal tersebut, tersedia ruang ATC bagi wisatawan.

Sementara itu, Sekretaris BPP MAS H Helmy M Noor menjelaskan bahwa kekuatan pengelolaan masjid terletak pada militansi pengurus.

Menurutnya, fokus BPP bukan semata-mata pada aspek finansial, tetapi juga upaya mengembangkan masjid melalui transparansi dan keterbukaan pengelolaan.

Helmy menambahkan, pengelola secara rutin melakukan survei kepada jamaah untuk menghimpun masukan, usulan program, hingga kritik sebagai bahan evaluasi.

Ke depan, BPP MAS juga berencana melibatkan remaja masjid dan GenZI sebagai garda depan pengembangan masjid pada 2027.(*)