KETIK, SIDOARJO – Upaya mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan terus dilakukan SMP Negeri 2 Waru, Sidoarjo. Tak hanya memperkuat kompetensi guru melalui Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), sekolah ini juga mengembangkan greenhouse untuk budidaya melon dan pokcoy sebagai bagian dari program Adiwiyata.
Kegiatan tersebut menjadi langkah SMPN 2 Waru dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang asri, rindang, dan hijau. Sekolah yang telah meraih predikat Adiwiyata tingkat kabupaten itu kini bersiap melangkah menuju Adiwiyata tingkat nasional.
Kepala SMPN 2 Waru Ahmad Anwar mengatakan, pengembangan greenhouse menjadi salah satu bentuk dukungan sekolah terhadap program lingkungan hidup. Budidaya melon dan pokcoy juga melibatkan siswa sebagai bagian dari pembelajaran praktik.
”Alhamdulillah, SMPN 2 Waru sekarang sudah Adiwiyata kabupaten. Kami sedang menuju Adiwiyata Nasional. Kegiatan ini sangat mendukung program green school. Ada kelompok kerja (pokja) melon dan pokcoy yang menjadi bagian dari program Adiwiyata,” jelas Anwar pada Kamis (29 Oktober 2026)
Budidaya tanaman tersebut, lanjut dia, telah menunjukkan perkembangan positif. Kelompok kerja yang mengelola tanaman pokcoy bahkan telah melaksanakan panen sebanyak tujuh kali.
Baca Juga:
Semarak Pemilihan Ketua OSIS SMA Persatuan Tulangan SidoarjoSementara itu, penanaman melon dilakukan dengan menyiapkan bibit yang dibeli secara mandiri. Setelah biji tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 5-10 sentimeter, bibit dipindahkan ke media tanam yang telah disiapkan di greenhouse.
”Untuk melon, saat ini ada 45 bibit yang kami tanam. Kami berharap dalam dua hingga tiga bulan ke depan tanaman tersebut sudah bisa berbuah dengan baik,” jelasnya.
Anwar menambahkan, perawatan tanaman menjadi perhatian utama dalam menghadapi perubahan cuaca dan potensi hujan. Sebab, tanaman melon membutuhkan kondisi yang sesuai agar dapat tumbuh optimal.
”Kami harus mengantisipasi cuaca hujan karena melon kurang baik jika terlalu banyak terkena hujan. Tanaman ini membutuhkan cuaca yang cenderung panas. Insya Allah. Dengan perawatan yang baik, kami yakin hasilnya akan baik,” katanya.
Baca Juga:
Serius Majukan Bidang Pendidikan, Pemkab Situbondo Raih Penghargaan PID dari TVOneSelain pengembangan lingkungan sekolah, SMPN 2 Waru juga menggelar kegiatan PKB bagi guru dan tenaga kependidikan. Program tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi pendidik, baik dalam aspek akademik maupun profesional.
Anwar menjelaskan, peningkatan kompetensi merupakan bagian penting dari tanggung jawab guru, termasuk bagi mereka yang telah tersertifikasi. Karena itu, para guru di SMPN 2 Waru berinisiatif menyelenggarakan kegiatan PKB dengan biaya mandiri.
”Guru harus terus meningkatkan kompetensinya. Karena itu, guru-guru di sini mengadakan PKB dengan biaya mandiri. Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, SMPN 2 Waru juga menerima kunjungan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sidoarjo Ridho Prasetyo, bersama Kepala Bidang Keprofesionalan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Moh. Sobirin serta Lisa Kartika Wati dari Bidang Pengembangan Peserta Didik dan Pembinaan Karakter Disdikbud Sidoarjo.
Anwar berharap kehadiran jajaran Disdikbud Sidoarjo dapat memberikan dorongan positif bagi pengembangan sekolah. Baik dalam peningkatan kualitas tenaga pendidik maupun penguatan program lingkungan.
”Kami berharap dengan kedatangan kepala Disdikbud Sidoarjo bersama jajaran, ada hal-hal positif yang bisa dikembangkan di SMPN 2 Waru. Jadi, tidak hanya kompetensi akademik yang meningkat, tetapi juga kompetensi nonakademik serta kepedulian terhadap lingkungan sekolah," tandas Anwar. (nas/*)