KETIK, SURABAYA – Tim LP Ma’arif FC berhasil meraih gelar juara pertama dalam ajang Hari Santri Nasional (HSN) Soccer League 2026 yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk melahirkan pemain sepak bola yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Harapan itu disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Ketua PWNU Jawa Timur, KH Firjaun Barlaman atau Gus Firjaun, saat menyaksikan pertandingan final HSN Soccer League 2026 di Al-Akbar Sport Center (ASC), Masjid Al-Akbar Surabaya, Jumat malam, 30 Oktober 2026.
Gus Firjaun menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim, badan otonom (banom), lembaga, panitia HSN 2026 PWNU Jatim, serta Bank Jatim Syariah yang telah mendukung penyelenggaraan kompetisi tersebut.
“Terima kasih atas dukungan semua tim dari banom, lembaga, panitia HSN 2026 PWNU Jatim, dan juga Bank Jatim Syariah. Mudah-mudahan dari liga ini akan lahir calon pemain bola nasional dan bahkan internasional,” kata Gus Firjaun.
Pada pertandingan final, LP Ma’arif FC berhadapan dengan Lakpesdam FC. Kedua tim bermain imbang tanpa gol hingga pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti. Setelah kedudukan penalti berakhir 3-3, pertandingan berlanjut ke babak sudden death yang akhirnya dimenangi LP Ma’arif FC dengan skor 1-0.
Baca Juga:
Remas Camp 2026, 300 Remaja Resmi Bergabung dengan Remas Al-Akbar SurabayaSebelum melaju ke final, LP Ma’arif FC melewati pertandingan semifinal melawan Ansor FC. Pertandingan berakhir imbang 1-1 sebelum LP Ma’arif FC memastikan kemenangan melalui adu penalti dengan skor 3-2. Sementara itu, Lakpesdam FC berhasil melaju ke partai puncak setelah mengalahkan IPNU FC.
Gus Firjaun berharap kompetisi sepak bola yang pertama kali diselenggarakan dalam rangka HSN oleh PWNU Jawa Timur tersebut tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menumbuhkan nilai sportivitas di antara para peserta.
“Selain prestasi, sportifitas itu penting. Mbah KH Abdul Hamid Pasuruan (Pesantren Salafiyah Pasuruan) itu suka main bola dan layang-layang. Mbah Kiai Hamid Pasuruan pernah main melawan tim yang terkenal sakti, namun Mbah Hamid bisa mengalahkannya dengan satu kali hentakan kaki ke tanah,” ujar mantan Wabup Jember ini.
HSN Soccer League 2026 berlangsung pada 27 hingga 30 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan diawali dengan pertandingan persahabatan pada 27 Oktober yang melibatkan sejumlah tim, yakni PWNU Jawa Timur, PW Muhammadiyah Jawa Timur, PP Denanyar Jombang, Forkopimda, TNI-Polri, Bank Jatim Syariah, serta tim Masjid Al-Akbar Surabaya.
Baca Juga:
PWNU Jatim Sambut Pataka Resolusi Jihad dan Pasukan Napak Tilas Jombang–SurabayaKompetisi kemudian berlanjut ke pertandingan internal antarlembaga dan badan otonom NU pada 28 dan 29 Oktober 2026, sebelum ditutup dengan babak final pada 30 Oktober 2026. Sejumlah tim yang mengikuti babak penyisihan di antaranya LDNU, Lakpesdam, LTNNU, LTMNU, LFNU, Serikat Nelayan, IPNU, LAZISNU, LKKNU, LPPNU, GP Ansor, ISNU, LPBINU, dan LWP NU.
Ketua Panitia HSN 2026 PWNU Jawa Timur, KH Musta’in, mengatakan kompetisi sepak bola tersebut menjadi salah satu upaya mempererat hubungan antarpengurus lembaga dan badan otonom di lingkungan NU.
“Liga HSN merupakan salah satu dari sembilan kegiatan utama HSN 2026. Semoga dengan lomba sepak bola ini dapat menjalin persaudaraan dan keakraban sesama pengurus lembaga dan Banom di PWNU Jawa Timur,” kata Musta’in, didampingi pengurus Liga HSN, H Helmy M Noor.
Selain HSN Soccer League, PWNU Jawa Timur menggelar sejumlah agenda dalam rangka HSN 2026. Kegiatan tersebut meliputi kick-off di Pesantren Sunan Bejagung, Tuban, pada 11 Oktober 2026; ziarah muassis di Jombang dan ziarah muharrik di sembilan kabupaten/kota pada 20 Oktober 2026; serta Apel Hari Santri di Gedung PWNU Jawa Timur pada 22 Oktober 2026.
Agenda berikutnya mencakup Mujahadah Kubro di Gedung HBNO atau PCNU Surabaya pada 9 November 2026, Apel Kader NU di Alas Purwo, Banyuwangi, pada 21 November 2026, dan NUConomic Festival di Bondowoso pada 22 November 2026. PWNU Jawa Timur juga menjadwalkan Lomba Kinerja Antar-PRNU se-Jawa Timur pada Oktober hingga November serta konser amal pada Desember 2026.
Di luar agenda utama tersebut, lembaga dan badan otonom NU turut menyiapkan 20 kegiatan lainnya. Sejumlah kegiatan itu meliputi penyerahan bantuan fasilitas ke Nusa Tenggara Timur dan Aceh oleh Lazisnu, Podcast Pendidikan Serentak oleh LPTNU, kaderisasi ahli hisab-rukyat di Bojonegoro oleh LFNU, Kenduren Sastra di Jember oleh Lesbumi, serta pemeriksaan pap smear di Sumenep dan penanganan TBC serta stunting di Jember oleh LKKNU.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan HSN 2026 PWNU Jawa Timur yang tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga mencakup bidang pendidikan, kesehatan, kebencanaan, ekonomi, media, dan penguatan kaderisasi. (*)