KETIK, JAKARTA – Ampela ayam mengandung kolesterol cukup tinggi sehingga konsumsinya perlu memperhatikan porsi dan frekuensi. Dosen Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Muhammad Aries, SP, MSi, menyarankan agar masyarakat menjadikan ampela sebagai lauk variasi, bukan makanan harian dalam porsi besar.
“Ampela mengandung kolesterol cukup tinggi, sehingga konteks keseluruhan pola makan lebih penting daripada menilai satu bahan makanan secara terpisah,” paparnya.
Aries memaparkan, dalam setiap 100 gram ampela ayam matang terdapat sekitar 370 miligram kolesterol. Jumlah tersebut lebih tinggi daripada rekomendasi asupan kurang dari 300 miligram per hari yang pernah digunakan dalam panduan diet Amerika Serikat.
Batas tersebut kini tidak lagi dicantumkan sebagai batas universal dalam panduan diet Amerika Serikat. Meski demikian, kandungan kolesterol dalam makanan tetap perlu diperhatikan sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Baca Juga:
Air Hujan Bisa Membawa Polutan, Pakar IPB Jelaskan Risiko bagi Rambut dan PernapasanSiapa yang Perlu Membatasi Konsumsi Ampela?
Orang dengan kolesterol darah tinggi, penyakit jantung, atau gangguan asam urat perlu lebih berhati-hati dalam memilih porsi dan frekuensi konsumsi jeroan. Ampela juga termasuk jeroan kaya purin, sehingga orang dengan gangguan asam urat perlu mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Aries menegaskan bahwa orang sehat tidak harus menghindari ampela sepenuhnya. Namun, mereka tetap perlu membatasi konsumsinya dan mengatur variasi lauk agar pola makan tidak bergantung pada satu jenis bahan pangan.
“Jadi, ampela tidak perlu dihindari sepenuhnya oleh orang sehat. Namun, karena kombinasi kolesterol tinggi dan statusnya sebagai jeroan kaya purin, ampela lebih tepat diposisikan sebagai lauk variasi, bukan makanan harian atau lauk dalam porsi besar,” kata Aries.
Baca Juga:
Ampela Ayam Mengandung 30 Gram Protein per 100 Gram, Ini Manfaat Gizinya
Cara Mengolah Ampela agar Lebih Sehat
Selain mengatur porsi, masyarakat dapat memperhatikan cara memasak ampela. Aries menyarankan metode pengolahan seperti merebus, memanggang, atau menumis dengan sedikit minyak.
Ia juga menyarankan agar masyarakat menyajikan ampela bersama sayuran dan sumber serat. Penggunaan santan kental, garam, serta minyak berlebihan sebaiknya dibatasi untuk membantu menjaga keseimbangan menu sehari-hari.
Meski perlu membatasi konsumsinya, ampela tetap memiliki nilai gizi. Dalam 100 gram ampela ayam matang, terdapat sekitar 30,4 gram protein, 3,2 miligram zat besi, 1 mikrogram vitamin B12, dan 4,4 miligram zink. Kandungan tersebut dapat mendukung pemenuhan zat gizi tubuh apabila ampela dikonsumsi sebagai bagian dari menu yang beragam dan seimbang. (*)