KETIK, JAKARTA – Kereta cepat yang dioperasikan perusahaan milik negara Spanyol, Renfe, dilaporkan melaju hingga 200 kilometer per jam sebelum menabrak kereta milik perusahaan swasta, Iryo, yang sedang berhenti.

Kecelakaan tersebut menewaskan sedikitnya 64 orang dan kini menjadi sorotan setelah Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente mengungkap dugaan adanya masalah dalam pengambilan keputusan di pusat kendali.

Dilansir AFP, Puente menjelaskan bahwa gangguan pada sistem kendali otomatis sebelumnya menyebabkan seluruh kereta yang beroperasi di jalur sepanjang 69 kilometer di wilayah Castilla-La Mancha, Spanyol bagian tengah, berhenti secara otomatis.

Namun, pusat kendali kemudian mengizinkan kereta kembali beroperasi meski sistem tersebut belum pulih. Salah satu kereta Renfe selanjutnya melaju sejauh sekitar 25 kilometer sebelum menabrak kereta Iryo yang masih berhenti.

Puente mempertanyakan keputusan pusat kendali yang mengizinkan kereta kembali berjalan ketika gangguan teknis belum diperbaiki. Menurutnya, petugas memiliki waktu yang cukup untuk memeriksa masalah tersebut sebelum mengambil keputusan.

Baca Juga:
Demo Anti-Fasis di Prancis, Massa Tuntut Macron Mundur dan Le Pen Dipenjara

“Keputusan untuk melanjutkan perjalanan, sementara sistem tersebut belum dipulihkan, merupakan wewenang pusat kendali. Pusat kendali mengambil keputusan untuk melanjutkan perjalanan dalam situasi yang, menurut pandangan kami, tidak dapat dijelaskan,” kata Puente, seperti dilansir AFP, Rabu, 28 Oktober 2026.

Ia juga menegaskan bahwa pusat kendali seharusnya dapat memanfaatkan waktu yang tersedia untuk memeriksa gangguan sebelum mengizinkan kereta kembali beroperasi.

“Jelas bahwa di pusat kendali, keputusan untuk kembali menjalankan kereta telah diambil. Mereka sebenarnya memiliki waktu yang lebih dari cukup untuk memeriksa kesalahan tersebut, namun mereka tidak memperbaikinya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menyoroti keputusan operasional yang diambil ketika sistem kendali otomatis mengalami gangguan. Meski demikian, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir mengenai penyebab kecelakaan. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan rangkaian kejadian dan faktor yang berkontribusi terhadap tabrakan.

Baca Juga:
Presidan Iran Dijadwalkan Bertemu Putin Pekan Depan, Ini Agenda yang Dibahas

Kecelakaan yang melibatkan dua kereta cepat tersebut menambah perhatian terhadap aspek keselamatan operasional perkeretaapian di Spanyol. Hingga laporan yang dikutip pada Rabu, 28 Oktober 2026, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai sedikitnya 64 orang.

Informasi lebih lanjut mengenai hasil penyelidikan dan kemungkinan tanggung jawab pihak terkait belum disampaikan dalam keterangan yang tersedia.(*)