KETIK, BONDOWOSO – Mengantisipasi ancaman banjir dan tanah longsor seiring meningkatnya potensi cuaca ekstrem pada musim hujan, Polres Bondowoso memperkuat kesiapsiagaan melalui Apel Tanggap Bencana Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., di halaman Mapolres Bondowoso, Rabu, 4 November 2026.
Apel yang dimulai pukul 08.00 WIB itu menjadi bentuk kesiapan bersama dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Bondowoso.
Sejumlah unsur lintas sektoral turut dilibatkan, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi teknis hingga elemen relawan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H., Kasdim 0822 Bondowoso Mayor Inf. Teguh Hery Wignyono, Kepala BPBD Kristianto Putro Prasojo, Kadinsos dr. Mohammad Imron.
Baca Juga:
Cangkrukan Bareng Ojol, Kapolres Bondowoso Ajak Perkuat Garda KamtibmasKemudian Kasatpol PP Aries Agung Sungkowo, Kadishub Drs. Sigit Purnomo, Karumkit Bhayangkara Kompol dr. Agung Darmawan, Danki Brimob 3 Batalyon B Pelopor AKP Suprianto, serta Adm KKPH Perhutani Misbakhul Munir.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres membacakan amanat Kapolda Jawa Timur yang menyoroti meningkatnya ancaman bencana alam di sejumlah daerah.
Sepanjang 2026, tercatat sebanyak 672 kejadian bencana alam terjadi di wilayah Jawa Timur. Kondisi ini menjadi peringatan agar seluruh unsur terkait tidak lengah dalam menghadapi perubahan cuaca.
Berdasarkan prediksi BMKG, musim hujan 2026–2027 diperkirakan datang lebih lambat dibandingkan kondisi normal. Situasi tersebut berpotensi memicu cuaca ekstrem yang dapat meningkatkan risiko bencana di berbagai wilayah.
Baca Juga:
Cegah Gangguan Kamtibmas, Polres Bondowoso Sisir Titik Rawan Bersama TNI dan PemkabKapolres menegaskan bahwa seluruh personel dan instansi terkait harus meningkatkan kewaspadaan serta tidak meremehkan potensi ancaman bencana.
Kesiapan menghadapi bencana, menurut amanat tersebut, tidak cukup hanya melalui apel seremonial. Diperlukan langkah konkret berupa kesiapan personel dan kelengkapan sarana prasarana
Selanjutnya pemetaan daerah rawan, serta koordinasi yang kuat antarlembaga agar penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
"Negara harus hadir memberikan perlindungan, pelayanan, dan pertolongan kepada masyarakat. Karena itu, seluruh unsur harus memastikan kesiapan masing-masing agar dampak bencana dapat diminimalkan," demikian penekanan dalam amanat Kapolda Jatim.
Apel kesiapsiagaan ini melibatkan kekuatan personel gabungan dari Kodim 0822 Bondowoso, Yonif 514 Raider, Kompi III Den B Brimob, jajaran Polres Bondowoso, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, Polisi Kehutanan, RS Bhayangkara, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Senkom hingga Orari.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya kerja bersama dalam menghadapi bencana, mulai dari tahap pencegahan, evakuasi, penanganan korban hingga pemulihan kondisi masyarakat terdampak.
Setelah pelaksanaan apel dan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kendaraan operasional, perlengkapan serta berbagai fasilitas pendukung penanggulangan bencana.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh peralatan berfungsi optimal dan dapat segera dikerahkan ketika situasi darurat terjadi.
Melalui apel tersebut, Polres Bondowoso berharap koordinasi dan soliditas lintas sektoral semakin kuat. Dengan kesiapan yang terbangun sejak dini, seluruh unsur diharapkan mampu memberikan respons cepat apabila banjir, tanah longsor maupun bencana lainnya melanda wilayah Bondowoso.
Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, tanpa mengabaikan perlindungan terhadap petugas yang bertugas di lapangan. (*)