KETIK, MALANG – Universitas Terbuka (UT) Malang menggelar seminar akademik, Sabtu, 31 Oktober 2026. Seminar menjelang pelaksanaan wisuda tersebut sebagai bekal bagi para wisudawan agar memiliki wawasan yang adaptif dan berintegritas. 

Direktur UT Malang, Rini Yayuk Priyati, menjelaskan wawasan tersebut sangat penting agar para lulusan mampu bersaing di pasar global, mengingat mahasiswa UT berasal dari beragam latar belakang dan profesi.

"Sebagai mahasiswa UT, belajar dalam berbagai keterbatasan waktu, jarak, kesibukan pekerjaan, tanggung jawab keluarga, maupun tantangan pribadi lainnya. Keberhasilan akademik tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi integritas, kemampuan beradaptasi, kreativitas, kolaborasi, dan kemauan untuk terus belajar," ujarnya. 

Prosesi wisuda UT Malang Periode II Tahun 2026 akan diikuti oleh 1.230 lulusan dari program Magister, Sarjana, dan Diploma yang diselenggarakan besok, 1 November 2026. Pembekalan dalam seminar akademik tersebut turut menghadirkan Dr. Ginanjar Rahmawan selaku dosen dan pengusaha, serta Prof. Maximus Gorky Sembiring yang merupakan dosen dan motivator. 

Ia berpesan agar setelah lulus, para wisudawan tetap memegang teguh nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, dan kepedulian sosial. Hal ini harus berjalan beriringan dengan optimalisasi inovasi demi memberikan solusi bagi lingkungan kerja, masyarakat, bangsa, dan negara.

Baca Juga:
Perluas Akses Pendidikan Tinggi, Mbak Wali Vinanda Resmikan Kantor SALUT Joyoboyo Kota Kediri

"Harus menunjukkan bahwa lulusan UT adalah pribadi yang mandiri, tangguh, profesional, serta memiliki semangat belajar sepanjang hayat. Terus mengembangkan kompetensi melalui pendidikan lanjutan, sertifikasi, profesi, pelatihan, maupun pengalaman kerja yang produktif," tegasnya. 

Selama proses perkuliahan, UT Malang selalu memfasilitasi keterampilan akademik maupun nonakademik bagi siswa. Seminar dan beragam program kegiatan terus dirancang untuk mendukung mahasiswa beradaptasi dengan dunia kerja dan mendukung kemampuan akademik. 

"Kami juga sering mengadakan seminar atau kegiatan yang mendukung beradaptasi di dunia kerja atau kemampuan akademik. Termasuk kita lakukan pengabdian kepada masyarakat, pelatihan jurnalistik, itu kita lakukan. Lalu ada juga kita mengundang psikolog untuk memberi motivasi di tengah-tengah waktu pembelajaran," tuturnya. 

Melalui upaya yang dilakukan, ia berharap UT dapat semakin dikenal sebagai kampus inklusif dengan pembelajaran jarak jauh yang terjangkau. Mahasiswa juga dapat mengakses pendidikan dengan mudah. 

Baca Juga:
Ramai Diminati, Pelatihan Kerajinan Tangan Dosen UT Malang Bawa Dampak Perekonomian Warga Desa Tambakasri

"Kita mau menyampaikan satu lagi UT itu PTN, jadi enggak usah ragu tentang kualitasnya. Lalu kemudian acara seperti ini diharapkan memberi pembekalan kepada mahasiswa untuk siap terjun ke masyarakat," pungkasnya. (*)