KETIK, BANDUNG – Sebanyak 27 penulis muda menuangkan perspektif mereka tentang kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam sebuah buku yang dibedah bersama generasi muda Kabupaten Bandung. Diskusi yang digelar Sinergi Generasi Muda (SIGMA) di Canz Cafe, Baleendah, Jumat (30/10/2026) malam, menjadi ruang untuk membahas rekam jejak, karakter, dan nilai-nilai kepemimpinan.
Penyunting buku, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan karya tersebut menghadirkan beragam sudut pandang penulis muda dalam melihat perjalanan AHY. Menurutnya, diskusi ini penting agar generasi muda tidak menilai pemimpin hanya berdasarkan popularitas, tetapi juga kontribusi dan manfaatnya bagi masyarakat.
“Yang menjadi penting hari ini adalah bagaimana kita kembali ke esensi dari kepemimpinan. Apakah dia bisa memberikan manfaat terbesar kepada lingkungan sekitarnya? Apakah dia bisa menjadi inspirasi?” kata Herzaky, yang juga Staf Khusus Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Ia menegaskan, pembahasan kepemimpinan harus dilakukan secara terbuka dan tetap berlandaskan data, fakta, serta rekam jejak yang dapat dipertanggungjawabkan.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, menilai buku tersebut menarik karena ditulis oleh orang lain yang memiliki pandangan terhadap AHY, bukan atas inisiatif AHY sendiri.
Baca Juga:
Ansor Singosari di Kabupaten Malang Bedah Buku Panyirep Gemuruh, Ajak Kader Lebih Produktif“Saya belum baca bukunya, tetapi dari cara penyajian dari yang disampaikan Bang Zaki, ada 27 penulis anak-anak muda yang memberikan persepsinya,” ujar Dede.
Ia juga menyoroti pentingnya sikap terbuka seorang pemimpin dalam menerima masukan. Menurutnya, pemimpin yang baik tidak cukup hanya mendengar, tetapi harus menindaklanjuti setiap masukan melalui tindakan nyata.
“Jadi pemimpin yang baik adalah mencatat dan follow up,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, M. Hailuki, mengatakan bedah buku tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda. Sekitar 50 peserta dari berbagai elemen mahasiswa mengikuti diskusi yang berlangsung interaktif tersebut.
Baca Juga:
DPRD Kabupaten Bandung Dorong Sekolah Rakyat Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem“Generasi muda, milenial, zilenial, itu membangun sebuah tradisi baru pentingnya kita membaca atau iqra, meningkatkan wawasan, critical thinking karena dampaknya sangat positif bagi kemajuan daerah,” ujar Hailuki.
Ia berharap sosok AHY dapat menjadi salah satu referensi kepemimpinan bagi anak muda Kabupaten Bandung. Kegiatan ini juga menjadi awal rangkaian diskusi dan bedah buku yang akan dikembangkan SIGMA bersama Bandung Renaissance Forum di berbagai komunitas.
Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diharapkan semakin terbiasa membaca, berdiskusi, dan membangun penilaian terhadap kepemimpinan secara kritis dan objektif.(*)