Makayoa dan Sebuah Pedal Gas Bernama Persatuan

Irfan Djalil ingin persatuan menjadi kekuatan yang mengangkat Makayoa di Halmahera Selatan menuju kemajuan bersama

20 Oktober 2026 20:19 20 Okt 2026 20:19

Thumbnail Makayoa dan Sebuah Pedal Gas Bernama Persatuan

Irfan Djalil Anggota DPRD Halmahera Selatan salah satu Putera Makayoa (Foto: Mursal/Ketik.com)

KETIK, HALMAHERA SELATAN – Makayoa tidak kekurangan orang hebat. Yang dibutuhkan adalah sebuah ikatan yang mampu mempertemukan seluruh potensi itu dalam satu tujuan.

Gagasan tersebut mengemuka dari anggota DPRD Halmahera Selatan, Irfan Djalil. Ia memandang persatuan masyarakat Makian-Kayoa (Makayoa) sebagai fondasi untuk membangun kekuatan sosial yang lebih besar, sekaligus membuka jalan bagi generasi berikutnya. Bagi Irfan, Makayoa tidak cukup hanya dipersatukan oleh sejarah, bahasa, atau hubungan kekerabatan. Ada sesuatu yang lebih mendasar: kesadaran untuk saling membesarkan.

Solidaritas, dalam pandangannya, harus tumbuh menjadi gerakan nyata. Bukan sekadar hadir dalam pertemuan, hidup dalam semboyan, lalu menghilang ketika setiap orang kembali pada kepentingannya masing-masing.

Ia menginginkan lahirnya semacam embrio kebersamaan.

Sebuah ruang yang mampu mengikat seluruh elemen Makayoa, mulai dari tokoh masyarakat, kaum intelektual, pemuda, hingga mereka yang bergerak di berbagai bidang pengabdian. Embrio itu tidak harus dimaknai sebagai pembentukan wadah baru. Yang terpenting adalah tumbuhnya kesadaran bahwa keberhasilan seseorang seharusnya turut membuka jalan bagi orang lain.

Sebab, kebesaran sebuah komunitas tidak semata diukur dari berapa banyak orang yang berhasil mencapai puncak, tetapi juga dari seberapa banyak tangan yang ikut mengangkat sesamanya.

Irfan melihat potensi Makayoa tersebar dalam berbagai bidang. Namun, kemampuan yang berjalan sendiri-sendiri tidak akan menghasilkan daya sebesar ketika seluruhnya dipertemukan dalam satu gerakan. Di sinilah persatuan memperoleh makna yang lebih luas.

Menurutnya, masyarakat Makayoa perlu membangun hubungan yang saling menguatkan. Mereka yang memiliki pengalaman memberi jalan bagi generasi muda. Mereka yang mempunyai kemampuan membuka kesempatan bagi sesama. Sementara mereka yang telah berhasil tidak melupakan akar tempat mereka tumbuh.

Semangat tersebut bukan untuk menyeragamkan pikiran.

Perbedaan tetap memiliki tempat, sepanjang tidak berubah menjadi sekat yang melemahkan hubungan persaudaraan. Irfan menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif, agar setiap pencapaian tidak berhenti sebagai kebanggaan pribadi, melainkan menjadi bagian dari kemajuan masyarakat.

"Makayoa harus bersatu dan saling membesarkan. Kita harus menjadi kekuatan yang mampu mengangkat satu sama lain," ujar Irfan Selasa 20 Oktober 2025.

Ia menggunakan gambaran menarik tentang masa depan Makayoa. Jika seluruh elemen mampu bergerak searah, energi yang terhimpun dapat menjadi semacam pedal gas untuk mendorong masyarakat mencapai puncak dalam berbagai bidang.

Metafora tersebut menggambarkan pentingnya keselarasan. Sebab, kendaraan yang memiliki tenaga besar sekalipun tidak akan mencapai tujuan apabila setiap bagiannya bekerja tanpa arah yang sama. Begitu pula Makayoa.

Kekuatan individu memerlukan ikatan kolektif. Kemampuan membutuhkan kesempatan. Sementara cita-cita besar menuntut kesediaan untuk berjalan bersama.

Dalam kerangka itu, persatuan bukan berarti meniadakan perbedaan pandangan, melainkan menemukan titik temu di tengah keberagaman pemikiran. Irfan juga menaruh perhatian pada regenerasi. Ia menginginkan anak-anak muda Makayoa memiliki ruang untuk berkembang dengan dukungan pengalaman para pendahulu, sehingga warisan persaudaraan tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi terus hidup dalam pengabdian.

Baginya, semangat saling membesarkan harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Ikatan asal-usul tidak cukup hanya dikenang, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan yang memberi manfaat bagi sesama. Irfan berharap seluruh elemen Makayoa menjadikan persaudaraan sebagai jembatan yang mempertemukan berbagai potensi, tanpa membiarkan perbedaan berubah menjadi jurang pemisah.

Ia menginginkan Makayoa tumbuh seperti pohon besar yang akarnya saling menguatkan, batangnya kokoh menopang, dan cabangnya memberi ruang bagi setiap generasi untuk berkembang.

Dengan semangat itu, Irfan menilai Makayoa dapat menjadi kekuatan yang terus bergerak maju. Bukan sekadar melahirkan orang-orang yang mampu mencapai puncak, tetapi juga memastikan setiap keberhasilan membuka jalan bagi kemajuan sesama.

Tombol Google News

Tags:

Makayoa Halmahera Selatan Persatuan Makayoa Makian Kayoa Irfan Djalil