KETIK, HALMAHERA SELATAN – Musim kemarau mulai menekan pasokan air dari salah satu sumber baku PDAM Halmahera Selatan. Untuk menjaga distribusi tetap berjalan, perusahaan daerah itu kini mengambil air dari Papaloang Dua setelah debit di Papaloang Satu menyusut.
Direktur Utama PDAM Halsel, Soleman Bobote, mengatakan peralihan tersebut dilakukan karena sumber pertama tak lagi optimal untuk mendukung kebutuhan pelayanan. Sumber kedua kemudian diaktifkan sebagai alternatif.
“Di Papaloang ada dua sumber, Satu dan Dua. Karena debit pada sumber pertama sudah jauh berkurang, pengambilan kami pindahkan ke sumber kedua. Alhamdulillah, sekarang sudah beroperasi,” kata Soleman saat ditemui di Kantor DPRD Halmahera Selatan, Jumat 2 Oktober 2026.
Dari perkiraan PDAM, sumber yang kini digunakan itu memiliki debit sekitar 500 liter per detik. Angka tersebut jauh di atas kebutuhan pengambilan saat ini, yang berada di kisaran 80 liter per detik.
“Perkiraan kami, debitnya masih sekitar 500 liter per detik. Saat ini yang diambil kurang lebih 80 liter per detik, jadi masih tersisa lebih dari 400 liter per detik. Dari sisi kapasitas sumber, jumlahnya masih mencukupi,” ujarnya.
Dengan kondisi itu, Soleman memperkirakan pasokan dari Papaloang Dua dapat menopang pelayanan setidaknya selama enam bulan ke depan. Ia juga menilai sumber tersebut berpeluang tetap diandalkan hingga satu tahun, dengan mempertimbangkan perkembangan musim dan perubahan debit.
Sementara itu, dampak kemarau mulai terasa pada distribusi di sejumlah wilayah layanan. Penurunan debit dilaporkan terjadi di Madopolo, Sambiki, Jikotamo, Gane Timur, Saketa, Dolik, dan Kayoa. Soleman menjelaskan, kondisi di wilayah-wilayah tersebut berkaitan dengan berkurangnya debit setempat dan tidak serta-merta menandakan kapasitas seluruh sumber air PDAM menurun.
Di tengah perubahan kondisi itu, petugas turut merawat jaringan serta fasilitas pengambilan air. Soleman menyebut guguran daun saat kemarau terkadang menumpuk dan menghambat pintu air, meski hingga kini belum menimbulkan gangguan berarti.
“Perawatan kami lakukan pada jaringan dan sumber air. Pada musim kemarau, daun yang berguguran kadang menghalangi pintu air. Namun, sejauh ini belum ada kendala berarti,” tuturnya.
Soleman mengatakan pemantauan terhadap sumber air dan jaringan distribusi terus dilakukan untuk menjaga pelayanan PDAM kepada masyarakat selama musim kemarau.
