KETIK, HALMAHERA SELATAN – Musyawarah Cabang atau Muscab VI Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Halmahera Selatan (Halsel) menjadi ruang konsolidasi politik internal partai. Forum ini tidak hanya membahas kepemimpinan DPC PPP Halsel, tetapi juga menjadi titik awal penataan kembali mesin politik partai menjelang agenda elektoral ke depan.
Muscab VI PPP Halsel digelar di Ballroom Hotel Buana Lipu, Bacan Selatan, Sabtu, 2 Mei 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba, Wakil Bupat Helmi Umar Muchsin, unsur Forkopimda, komisioner KPU maupun Bawaslu, perwakilan sejumlah pengurus partai politik, serta tamu undangan lainnya.
Dalam forum tersebut, Ketua DPC PPP Halsel, Nasir Barmawi, menyampaikan refleksi politik sekaligus arah perjuangan partai. Nasir menyebut Muscab merupakan momentum konsolidasi tertinggi di tingkat cabang.
Menurutnya, Muscab menjadi ruang deliberasi politik bagi kader untuk menyatukan sikap, memperkuat struktur, dan menentukan arah partai secara kolektif.
“Ini adalah momentum konsolidasi tertinggi di DPC Cabang. Hanya dengan konsolidasi dan musyawarah cabang, sebagaimana tadi telah disampaikan Ketua Dewan Syuro DPC PPP Halmahera Selatan,” kata Nasir dalam sambutannya.
Nasir mengatakan Muscab PPP Halsel sudah berlangsung untuk keenam kalinya. Ia mengingat, pada Muscab kelima sebelumnya, dirinya terpilih sebagai Ketua DPC PPP Halsel.
Namun, Nasir mengaku sempat ingin mundur dari kepemimpinan partai. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada kader karena sebelumnya ingin lebih fokus pada urusan pribadi dan ibadah di usia yang tidak lagi muda.
“Saya minta maaf. Saya sebenarnya ingin konsentrasi dengan usia saya untuk ibadah. Saya awalnya nyatakan mundur, tidak ingin maju lagi,” ujarnya.
Meski begitu, Nasir menyebut ada dorongan moral dan tanggung jawab politik yang membuatnya kembali membuka diri untuk maju dalam Muscab VI. Ia merasa masih memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan perjuangan PPP di Halsel.
“Tetapi hati nurani bergolak. Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan saya siapa? Kalau bukan sekarang kapan lagi?” ucap Nasir.
Nasir juga mengaitkan keputusannya dengan komitmen politik PPP terhadap pemerintahan Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin. Menurutnya, pembangunan daerah harus terus dikawal sampai akhir masa pemerintahan.
“Satu hal yang bikin saya akhirnya menerima kembali untuk maju pada musyawarah cabang kali ini karena saya masih ingat Pak Bupati Bassam dan Wakil Bupati Pak Helmi. Karena pembangunan ini harus dilanjutkan mereka berdua ke depan,” katanya.
Nasir menegaskan PPP Halsel akan berada dalam barisan politik yang mendukung stabilitas pemerintahan Bassam-Helmi. Ia menyebut dukungan itu merupakan bagian dari komitmen institusional partai untuk menjaga kesinambungan pembangunan daerah.
“Maka dari itu PPP berkomitmen di kesempatan ini kita akan mengawal pemerintahan Bassam-Helmi sampai dengan 2029. Kita semua berdoa agar beliau berdua sehat dan berumur panjang,” ujar Nasir.
Dalam sambutannya, Nasir juga menyinggung gagasan penambahan kursi legislatif di Maluku Utara. Ia mengatakan, aspirasi tersebut penting dibicarakan karena berkaitan dengan representasi politik masyarakat Maluku Utara di DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.
Nasir menyebut DPC PPP Halsel secara terbuka mendukung sikap politik untuk mendorong penambahan kursi legislatif. Menurutnya, distribusi kursi harus mencerminkan kebutuhan representasi wilayah dan perkembangan jumlah penduduk.
“Saya ingin sampaikan bahwa Dewan Pimpinan Cabang PPP secara terbuka mendukung sikap untuk menambah kursi, baik di kabupaten/kota, provinsi maupun DPR RI,” jelasnya.
Nasir kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kader dan simpatisan PPP. Ia mengakui PPP Halsel belum berhasil meraih kursi pada Pemilu 2024 meskipun sudah melakukan berbagai upaya politik.
“Saya ingin sampaikan permohonan maaf kepada semuanya karena kemarin Pemilu tahun 2024 PPP belum berhasil meraih kursi karena disebabkan berbagai macam faktor. Kita sudah upaya luar biasa, tapi kita belum berhasil,” katanya.
Menurut Nasir, kegagalan itu harus menjadi bahan evaluasi kelembagaan. Ia menyebut PPP pernah memiliki kursi di DPRD Halsel, tetapi dalam empat periode terakhir partai berlambang Ka’bah itu belum mampu kembali menempatkan wakilnya di parlemen daerah.
“PPP dulu punya kursi, tapi sudah empat periode ini kita puasa,” ujar Nasir.
Nasir berjanji, jika kembali dipercaya memimpin DPC PPP Halsel, dirinya akan memaksimalkan kerja politik untuk mengembalikan kursi PPP di DPRD. Ia menilai Muscab VI harus menjadi titik balik konsolidasi organisasi, kaderisasi, dan penguatan basis elektoral.
“Dan saya berjanji, Musyawarah Cabang yang ke-6 ini, insyaallah kalau terpilih, saya akan berusaha untuk bisa menambah kursi,” katanya.
Nasir menyebut keputusan akhir tetap berada di tangan forum Muscab. Ia menyerahkan seluruh proses politik internal kepada mekanisme musyawarah, pilihan kader, dan kehendak Allah SWT.
“Forum ini, musyawarah ini, tetap memilih dan menentukan pilihannya atas kehendak Allah. Saya berjanji bahwa saya akan memaksimalkan segala usaha untuk dapatkan kursi di DPRD,” tutup Nasir.
