KETIK, BREBES – Menteri Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat melakukan kunjungan kerja mendadak ke pesisir Pantai Randusanga, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat 3 Juli 2026 Pagi. Kunjungan ini difokuskan untuk menggerakkan kembali aksi penghijauan bumi lewat restorasi hutan bakau secara massal.
Dalam pidatonya di hadapan warga dan kelompok tani lokal, Jumhur menegaskan bahwa aksi penanaman di Pantai Randusanga ini merupakan bagian dari target besar pemerintah pusat.
"Ini adalah bagian dari upaya untuk memulihkan mangrove seluas 800.000 hektar yang perlu kita pulihkan. Saya mengajak kepada semua kelompok, baik pemilik modal, sumber daya keuangan, dana, hingga sumber daya tenaga dan waktu," ujar Jumhur.
Ia juga menambahkan pentingnya budaya gotong-royong demi memastikan gerakan menanam mangrove dan tanaman hijau lainnya bisa terus berlangsung demi menyelamatkan bumi.
Jumhur mengaku agenda kehadirannya di pesisir Brebes ini terhitung spontan. Awalnya, ia dijadwalkan untuk memberikan ceramah akademis di salah satu universitas di wilayah tetangga.
"Sebenarnya undangan pertama kepada saya itu untuk berceramah di Universitas di Tegal. Tapi karena di sini ada Mas Sudarso dan saya temannya banyak, alhamdulillah kita bisa dialihkan ke acara ini dan bersatu di sini," ungkapnya disambut tepuk tangan warga.
Di hadapan para jurnalis dari berbagai kota, Menteri LH memanfaatkan momentum ini untuk memberikan peringatan keras mengenai krisis darurat sampah nasional. Ia mencontohkan insiden kebakaran hebat akibat akumulasi gas metan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berkonsep open dumping (pembuangan terbuka) yang baru-baru ini terjadi di wilayah Tangerang.
Menurut Jumhur, saat ini masih ada sekitar 300 hingga 400 kabupaten dan kota di Indonesia yang membiarkan TPA mereka dikelola dengan sistem open dumping. Pembusukan sampah pada sistem terbuka ini memicu produksi gas metan yang sangat mudah terbakar, terlebih dengan prediksi cuaca ekstrem tahun ini.
"El Nino atau musim panas pada tahun ini diperkirakan merupakan musim panas yang sangat panjang," kata Jumhur mengingatkan.
Guna mengantisipasi bencana lingkungan serupa, Kementerian Lingkungan Hidup telah melayangkan surat edaran ke seluruh tingkat kabupaten, kecamatan, hingga kota. Jumhur meminta seluruh kepala daerah bergerak cepat melakukan mitigasi fisik di lapangan.
"Saya meminta kepada seluruh walikota dan bupati di Indonesia untuk segera mengambil langkah nyata. Datangi tempat-tempat TPA open dumping tersebut, berdiskusi di situ," tegasnya.
Beberapa poin mitigasi teknis darurat yang ia tekankan antara lain, Melarang keras para pemulung dan pekerja di area TPA untuk merokok.
Menyiapkan kanal-kanal saluran air atau kompartemen air siap pakai di sekitar area tumpukan sampah.
Menyiapkan tim respons cepat agar ketika api muncul akibat gas metan, pemadaman bisa langsung dilakukan sebelum meluas.
"Mitigasi itu sangat penting. Jika kebakaran TPA dibiarkan terjadi, hal itu akan menambah kerusakan luar biasa bagi lingkungan hidup kita," pungkasnya menutup pengarahan.
Dalam acara tersebut dilakukan penanaman kembali pohon bakau bersama sama secata simbolis, Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Brebes, Wurja, pimpinan tertinggi pejabat daerah sekitar dan sejumlah akademisi serta aktivis lingkungan. (*)
.png)