Muskercab PCNU Bondowoso Dibuka, Bupati Tekankan Kemandirian Ekonomi

5 Oktober 2026 00:17 5 Okt 2026 00:17

Haryono, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Muskercab PCNU Bondowoso Dibuka, Bupati Tekankan Kemandirian Ekonomi

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid saat membuka Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso di Pondok Pesantren Al Imam, Minggu (4/10/2026). Foto: Haryono/Ketik.com

KETIK, BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso membuka ruang kolaborasi yang lebih kuat dengan Nahdlatul Ulama (NU) untuk mendorong kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Peran NU dinilai tidak cukup berhenti pada penguatan kehidupan keagamaan, tetapi juga harus hadir dalam menjawab tantangan sosial dan ekonomi masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid saat membuka Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso di Pondok Pesantren Al Imam, Minggu, 4 Oktober 2026. 

Menurut Abdul Hamid, NU memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah karena memiliki jaringan sosial yang kuat hingga ke tengah masyarakat. Potensi tersebut, kata dia, dapat menjadi kekuatan penting dalam memperkuat pembangunan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Ia menyebut Muskercab bukan sekadar forum organisasi, melainkan momentum untuk menyusun program kerja yang memiliki dampak nyata bagi umat dan daerah.

"Forum ini merupakan wahana dan momentum strategis untuk menyusun program kerja organisasi yang berorientasi pada kemaslahatan umat dan kemajuan daerah," ujar Abdul Hamid.

Bupati juga mengapresiasi berbagai ikhtiar keluarga besar NU dalam membawa keberkahan bagi Bondowoso. Menurutnya, semangat tersebut semakin dibutuhkan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian dan berbagai keterbatasan yang dihadapi daerah.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga rasa syukur sekaligus memperkuat ikhtiar dalam melanjutkan pembangunan Bondowoso.

Abdul Hamid berharap dukungan para kiai, Rais Syuriah, serta seluruh jajaran pengurus NU dapat menjadi energi untuk memperluas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan sebagai bagian dari cita-cita besar NU dalam merawat kehidupan dan membangun peradaban.

"Sejalan dengan cita-cita besar NU untuk merawat jagat membangun peradaban, mari kita perkuat semangat kebersamaan, kemandirian ekonomi, dan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bondowoso," tegasnya.

Pemkab Bondowoso, lanjut Abdul Hamid, terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama dengan NU. Sinergi tersebut dinilai penting agar program pembangunan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar mampu menjangkau dan memberi manfaat kepada masyarakat.

Ia meyakini kolaborasi pemerintah daerah dengan organisasi keagamaan seperti NU dapat menjadi salah satu kekuatan untuk mewujudkan Bondowoso yang lebih sejahtera sekaligus berakhlak mulia.

Namun, Abdul Hamid mengingatkan bahwa target tersebut tidak mungkin dicapai hanya dengan mengandalkan pemerintah maupun satu organisasi. Pembangunan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan komitmen untuk bekerja bersama secara berkelanjutan.

"Pekerjaan ini bukan sesuatu yang sederhana dan tidak bisa dikerjakan sendirian. Dibutuhkan tekad, kerja sama, serta saling mendukung dalam berikhtiar dan memberikan pengabdian terbaik," ungkapnya.

Muskercab I PCNU Bondowoso kemudian resmi dibuka oleh Abdul Hamid Wahid dengan pembacaan basmalah.

"Bismillahirrahmanirrahim. Dengan ini saya buka Musyawarah Kerja Cabang I PCNU Kabupaten Bondowoso," pungkasnya. (*) 

Tombol Google News

Tags:

AHW Bupati Bondowoso Pemkab Bondowoso PCNU Bondowoso info bondowoso kabar bondowoso