Ketua DPRD Kota Blitar Dorong Wirausaha Muda Naik Kelas, Syahrul Alim Buka Ruang Kolaborasi

7 Oktober 2026 15:02 7 Okt 2026 15:02

Favan Abu R.

Editor
Thumbnail Ketua DPRD Kota Blitar Dorong Wirausaha Muda Naik Kelas, Syahrul Alim Buka Ruang Kolaborasi

Ketua DPRD Kota Blitar dr. Syahrul Alim, bersama wirausahawan muda Kota Blitar, Rabu 7 Oktober 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Dunia usaha tidak cukup hanya dibangun dengan keberanian untuk memulai. Bagi Ketua DPRD Kota Blitar dr. Syahrul Alim, anak-anak muda yang memilih jalur kewirausahaan juga membutuhkan ruang untuk belajar, bertumbuh, memperluas jaringan, hingga mendapatkan dukungan dari pemerintah.

Pesan tersebut disampaikan Syahrul Alim saat berdialog dengan pengurus dan anggota Cah Preneur Indonesia Kota Blitar di Angkringan Mbah Jono, Rabu 7 Oktober 2026.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai itu justru menjadi ruang serius bagi para pelaku usaha muda untuk membicarakan berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Mulai dari pengembangan kapasitas, profesionalitas pengelolaan usaha, peluang kolaborasi, hingga kebutuhan terhadap dukungan kebijakan pemerintah menjadi bagian dari pembahasan.

Syahrul menilai geliat kewirausahaan generasi muda merupakan modal penting bagi perekonomian Kota Blitar. Karena itu, semangat mereka jangan sampai berhenti hanya karena keterbatasan pengalaman maupun fasilitas.

“Kegiatan anak-anak muda ini bertujuan meningkatkan kapasitas serta profesionalitas, utamanya di bidang UMKM. Hal ini memang layak kita dukung sepenuhnya, karena mereka masih muda-muda. Jangan sampai semangat mereka patah,” kata Syahrul.

Menurutnya, pertumbuhan UMKM tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pelaku usaha. Ada ekosistem yang harus dibangun agar usaha yang dirintis anak muda memiliki kesempatan untuk bertahan sekaligus berkembang.

Di titik inilah, Syahrul melihat pentingnya komunikasi antara pelaku UMKM dengan pemerintah dan DPRD. Aspirasi yang muncul dari lapangan, kata dia, perlu didengar secara langsung agar dukungan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Ia juga mendorong adanya kolaborasi lintas generasi. Pengusaha yang lebih senior dapat menjadi tempat belajar bagi anak-anak muda, sedangkan generasi muda membawa energi, kreativitas, serta gagasan baru yang relevan dengan perubahan zaman.

“Apapun bentuknya, dari para senior maupun pelaku UMKM, semuanya dapat menumbuhkan semangat dan bersinergi dengan pemerintah. Pemerintah pun memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi kegiatan para pemuda ini, agar usaha yang dirintis dapat terus tumbuh dan berkembang,” tegasnya.

Bagi Syahrul, keberadaan komunitas seperti Cah Preneur memiliki posisi strategis karena menjadi tempat bertemunya anak muda dengan latar belakang usaha yang beragam.

Dari forum semacam itu, pelaku usaha tidak hanya bisa berbagi pengalaman, tetapi juga membangun jaringan dan membuka peluang kerja sama baru.

Sementara itu, Ketua Cah Preneur Indonesia Kota Blitar Ulung Wijaya mengapresiasi keterbukaan Ketua DPRD Kota Blitar untuk berdialog langsung dengan para pelaku usaha muda.

Menurut Ulung, pertemuan tersebut memberikan kesempatan bagi anggota komunitas untuk menyampaikan persoalan yang selama ini mereka hadapi tanpa sekat formal.

“Terima kasih. Kami merasa sangat senang dapat berdekatan langsung dengan Pak Syahrul selaku Ketua DPRD Kota Blitar. Sebenarnya banyak hal yang ingin kami sampaikan terkait dunia usaha, karena kami masih muda, masih baru berproses,” ujar Ulung.

Ia menyebut Cah Preneur Indonesia Kota Blitar kini telah memiliki lebih dari 300 anggota. Mayoritas merupakan anak muda berusia di bawah 40 tahun, baik yang sudah menjalankan usaha maupun yang masih berada pada tahap ingin memulai.

Komunitas tersebut kemudian diarahkan bukan sekadar sebagai tempat berkumpul. Anggota didorong untuk saling berbagi pengetahuan, membantu mengembangkan usaha, memperluas relasi, sekaligus menciptakan peluang kolaborasi.

Bahkan bagi anak muda yang belum memiliki usaha, lingkungan komunitas diharapkan mampu menjadi pemantik keberanian untuk mengambil langkah pertama.

Dalam dialog bersama Syahrul, sejumlah aspirasi pun disampaikan. Di antaranya terkait pengembangan kemampuan pelaku usaha, akses terhadap peluang usaha, hingga dukungan fasilitas yang dapat membantu UMKM bertahan dan berkembang.

“Hari ini banyak sekali keluhan dan aspirasi yang kami sampaikan. Alhamdulillah diterima dengan baik. Harapannya, apa yang kami sampaikan dapat menjadi perhatian dan ditindaklanjuti, sehingga Cah Preneur Indonesia dapat berjalan sesuai visi mencetak wirausahawan muda yang mandiri dan bermanfaat bagi Kota Blitar,” tutur Ulung.

Dialog tersebut sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara komunitas wirausaha muda dengan lembaga legislatif maupun Pemerintah Kota Blitar.

Bagi Kota Blitar, semakin banyak anak muda yang berani menciptakan usaha berarti semakin terbuka pula peluang lahirnya lapangan kerja baru.

Karena itu, dukungan terhadap wirausaha muda bukan semata soal membantu sebuah usaha bertahan. Lebih jauh, langkah tersebut merupakan bagian dari membangun fondasi ekonomi daerah yang bertumpu pada kreativitas dan kemandirian masyarakat.

Dari meja angkringan, aspirasi itu menemukan ruangnya. Kini tantangannya adalah bagaimana percakapan tersebut bergerak menjadi kolaborasi, kebijakan, dan kesempatan nyata agar usaha anak-anak muda Kota Blitar tidak hanya berani dimulai, tetapi juga mampu tumbuh dan naik kelas.

Tombol Google News

Tags:

Dr. Syahrul Alim DPRD Kota Blitar Wirausaha