Ratusan Karyawan PT Futai Bitung Minta Solusi, Tak Digaji Setelah Akses Perusahaan Ditutup

24 Juni 2026 21:46 24 Jun 2026 21:46

Maulana Haviz, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Ratusan Karyawan PT Futai Bitung Minta Solusi, Tak Digaji Setelah Akses Perusahaan Ditutup

Puluhan karyawan PT Futai Sulawesi Utara menggelar aksi damai di depan Kantor Kelurahan Tanjung Merah, Kota Bitung, Rabu, 24 Juni 2026, menuntut solusi atas terhentinya operasional perusahaan akibat penutupan akses jalan. (Foto: Maulana/Ketik.com)

KETIK, BITUNG – Kekhawatiran kehilangan mata pencaharian mendorong puluhan karyawan PT Futai Sulawesi Utara menggelar aksi damai di depan Kantor Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Rabu, 24 Juni 2026.

Para pekerja meminta pemerintah segera turun tangan mencarikan solusi atas penutupan akses jalan menuju perusahaan yang menyebabkan aktivitas ekspor terhenti dan ratusan karyawan terpaksa dirumahkan.

Sejak pagi, para karyawan berkumpul untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Penutupan akses jalan menuju kawasan perusahaan membuat kontainer pengangkut barang tidak dapat masuk ke area pabrik, sehingga aktivitas produksi dan distribusi terganggu.

Akibatnya, pengiriman produk ke luar daerah maupun luar negeri terhenti dan perusahaan mengambil langkah menghentikan sementara operasional.

Dampak terbesar dirasakan para pekerja yang kini kehilangan sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Salah seorang karyawan, Endrico Pongoh, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kegelisahan para pekerja yang terdampak langsung akibat terhentinya operasional perusahaan.

"Kontainer tidak masuk perusahaan, dampaknya ke kami yang mulai hari ini diberhentikan sementara sampai waktu yang tidak ditentukan," ujar Endrico.

Ia mengaku para pekerja yang dirumahkan tidak menerima upah karena sistem penggajian bergantung pada aktivitas kerja di perusahaan.

“Kami tidak menerima upah saat dirumahkan. Jadi mohon nasib kami diperhatikan,” katanya.

Menurut Endrico, para pekerja berharap pemerintah segera memediasi persoalan yang menyebabkan akses perusahaan tertutup agar aktivitas produksi kembali berjalan normal.

Di sisi lain, perwakilan PT Futai Sulawesi Utara, Mr Zhang, menegaskan bahwa aksi yang dilakukan para pekerja bukan atas arahan maupun instruksi perusahaan.

Menurutnya, para karyawan melakukan aksi secara spontan setelah mengetahui adanya pengumuman penghentian sementara aktivitas kerja.

“Mereka tadi berkumpul dan melihat pengumuman libur kerja dari perusahaan. Dari situ mereka langsung spontan melakukan aksi unjuk rasa,” jelasnya.

Mr Zhang mengatakan perusahaan terpaksa meliburkan karyawan karena tidak dapat menjalankan aktivitas produksi maupun pengiriman barang akibat terhambatnya akses logistik menuju pabrik.

“Mengingat tidak ada aktivitas di perusahaan, kami terpaksa meliburkan karyawan,” ujarnya.

Meski demikian, pihak perusahaan memastikan terus melakukan berbagai upaya pembenahan untuk memenuhi tuntutan yang berkembang agar operasional dapat kembali berjalan.

Menurutnya, proses tersebut membutuhkan waktu karena ada sejumlah peralatan yang harus didatangkan dari luar daerah.

“Pembenahan terus dilakukan, namun butuh waktu sedikit panjang karena ada beberapa alat yang perlu pengadaan dari luar. Yang pasti kami terus melakukan pembenahan,” pungkasnya.

Para pekerja berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret agar persoalan akses perusahaan terselesaikan.

Mereka khawatir jika kondisi tersebut terus berlarut, dampaknya tidak hanya dirasakan perusahaan tetapi juga ratusan keluarga yang menggantungkan hidup dari pekerjaan di PT Futai Sulawesi Utara.(*)

Tombol Google News

Tags:

Kelurahan Tanjung Merah Enrico Pongoh Aksi Damai Info Bitung Pt Futai Sulawesi Utara Endrico Pongoh Mr Zhang kota bitung Tanjung Merah Kecamatan Matuari Karyawan Dirumahkan Aksi Damai Bitung Industri Ekspor Sulawesi Utara Berita Bitung