KETIK, MALANG – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau tempat relokasi sementara bagi pedagang Pasar Gadang pada Senin, 23 Februari 2026. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan, mengingat proses pemindahan pedagang ditargetkan rampung pada Maret 2026.
Wahyu menegaskan para pedagang, khususnya yang berjualan di sisi selatan poros jalan utama, sudah harus mulai berpindah paling lambat tujuh hari setelah Hari Raya Idulfitri (H+7).
"Hari ini saya ingin mengecek kesiapan dari lokasi pemindahan Pasar Gadang yang berada di tepi jalan utama. Dulu sudah berjanji bahwa setelah Lebaran akan segera pindah," ujarnya usai meninjau lokasi.
Relokasi pedagang Pasar Gadang tersebut dilakukan untuk proyek perbaikan jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Perbaikan jalan tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN senilai Rp14,9 miliar.
"Kalau tidak dipastikan seperti ini, saya khawatir karena DAK yang sudah ditetapkan ini hanya menunggu kesiapan lahan. Nah, kalau lahannya ini mereka sudah terbongkar, pindah semua, baru nanti akan proses untuk pelelangannya," lanjut Wahyu.
Pembangunan tempat relokasi sementara ini sepenuhnya dilakukan secara swadaya oleh pedagang Pasar Gadang. Pemkot Malang hanya membantu memfasilitasi penyewaan lahan, disebabkan pedagang menolak apabila direlokasi di Terminal Hamid Rusdi yang berlokasi jauh dari pasar.
"Mereka saya minta untuk menata, daripada mereka saya pindah ke Terminal Hamid Rusdi. Akhirnya mereka siap swadaya untuk pindah ke sisi selatan. Nah, ini yang di sebelah timur ini sudah selesai, tinggal yang sebelah barat yang sebelum hari raya sudah selesai," katanya.
Dengan demikian dipastikan hingga Maret 2026, tidak ada lagi pedagang yang masih berjualan di tepi jalan, khususnya di sisi selatan jalan.
Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menambahkan progres pembangunan tempat relokasi saat ini telah mencapai 60 persen. Lahan seluas 6.500 meter persegi tersebut diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.270 pedagang.
"Sementara dari paguyuban itu membuat empat (petak) yang di belakang dulu. Kita harus membuatkan tempat untuk teman-teman pedagang yang ada di pinggir jalan, yang nanti akan terkena dampak pemungsian jalan di depan," katanya.
Eko juga menjelaskan bahwa tempat relokasi sementara akan dizonasi sesuai dengan SNI. Dengan demikian pedagang akan terbagi dalam zona yang sesuai dengan produk jualan mereka.
"Untuk tahap satu ini, nanti setelah lebaran sudah kita pindah ke tempat relokasi yang pedagang di depan. Sesuai petunjuk Bapak Wali Kota bahwa untuk mengaktifkan jalan dan jembatan itu, pedagang yang selama ini ada di pinggir jalan dan jembatan akan dipindah sementara ke belakang," pungkas Eko.(*)
