Ustaz Azmi Beberkan Lima Penyakit yang Buat Pahala Ramadan 'Bocor Alus'

28 Februari 2026 17:00 28 Feb 2026 17:00

Thumbnail Ustaz Azmi Beberkan Lima Penyakit yang Buat Pahala Ramadan 'Bocor Alus'

Ustadz Muhammad Azmi Menyampaikan Kultum (Kuliah Tujuh Menit) Ramadan di Masjid Al-Jihad Surabaya, Rabu, 25 Februari 2026. (Foto: Siska Nabilah Qothrotun Nada/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Ibadah puasa merupakan salah satu ibadah tertua dalam sejarah umat manusia khususnya Islam. Ibadah tertua yang pertama adalah sujud. Kemudian ibadah berkurban, yang dicontohkan oleh putra dari Nabi Adam ’Alaihissalam. Yang terakhir puasa. Maka, wajar saja kalau seandainya pahala kita meningkat saat bulan puasa.

Ini disampaikan Ustaz Muhammad Azmi, Lc., M.Ag, pada Rabu, 25 Februari 2026 di Masjid Al- Jihad Surabaya.

Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan dibukanya pintu-pintu ampunan. “Siapa di antara kita yang punya banyak dosa, maka saat itulah waktu yang tepat untuk minta ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujar pengajar Pondok Pesantren Al-Jihad Surabaya tersebut.

Ia juga menyinggung keistimewaan Ramadan sebagai bulan turunnya Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an di bulan ini mendapatkan pahala berlipat ganda. Karena dikuatkan dalam hadis qudsi “wa ana ajzi bihi” (dan Aku sendiri yang akan membalasnya).

Foto Suasana Jemaah Perempuan Mendengarkan Kultum Ramadan di Masjid Al-Jihad Surabaya, Rabu, 25 Februari 2026. (Foto: Siska Nabilah Qothrotun Nada/Ketik.com)Suasana Jemaah Perempuan Mendengarkan Kultum Ramadan di Masjid Al-Jihad Surabaya, Rabu, 25 Februari 2026. (Foto: Siska Nabilah Qothrotun Nada/Ketik.com)

Namun demikian, lulusan Universitas S-1 Al-Azhar Kairo Mesir ini juga mengingatkan bahwa pahala Ramadan bisa saja terkikis secara perlahan, tanpa kita sadari. Ia mengibaratkan seperti seseorang yang mengangkat galon penuh ke lantai tiga, tetapi setibanya di atas, airnya tinggal seperempat. “Kalau bahasanya anak zaman sekarang itu bocor halus. Sama dengan pahala kita,” ujar Azmi sapaan akrabnya.

Ada beberapa hal yang menyebabkan terkikis, bocor halusnya pahala kita di bulan Ramadan. Pertama, dusta atau berbohong. Meski tidak membatalkan puasa, ia mengingatkan agar umat Islam menjaga lisan dan tidak mudah terpeleset dalam ucapan.

Kedua, adu domba. Ia mengutip hadis “La yadkhulul jannata nammam” yang berarti tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.

Ketiga, ghibah atau menggunjing. Kebiasaan “rasan-rasan” ini memang sudah menjadi bumbu kehidupan, padahal dampaknya besar terhadap pahala. Ia mengingatkan bahwa membicarakan keburukan orang lain diibaratkan seperti memakan bangkai saudara sendiri.

Keempat, berkata keji dan kotor. ’’Kalau bahasanya cah-cah (anak-anak) Surabaya itu misuh ’’, tambahnya. Emosi yang tidak terkendali hingga melontarkan kata-kata kasar juga termasuk perbuatan yang mengikis pahala.

’’ Apabila kita tersulut oleh api amarah dalam keadaan marah berdiri, coba cari tempat duduk. Jika mungkin kita dalam keadaan di suatu tempat,  maka pindah ke tempat lainnya. Kalau bisa disunnahkan untuk mengambil air wudhu. Maka dengan hal itu akan memadamkan api amarah’’, tuturnya.

Kelima, memandang lawan jenis dengan hawa nafsu. Menurutnya, godaan ini tidak hanya terjadi secara langsung atau bertemu, ’’Yang lebih berbahaya itu lewat gawai ataupun lewat handphone nggak sengaja scroll, (lho kok ganteng sekali), (lho kok cantik sekali), hal seperti ini juga mengurangi pahala kita’’, ujarnya.

“Mudah-mudahan amalan kita tetap dijaga dan juga semoga kita bisa bertemu Ramadan tahun depan, amin ya Rabbal ’Alamin,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Amarah ampunan Ramadan puasa pahala