KETIK, MALANG – Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, Drs. Gunawan Dwiyono, S.ST, M.Pd., justru mendapat amanah sebagai kepala sekolah secara tiba-tiba. Pada tahun 2012, ia menerima undangan pelantikan tanpa pernah mengetahui bahwa dirinya diusulkan untuk posisi tersebut.
“Awalnya saya tidak tahu kalau diusulkan sebagai kepala sekolah. Tiba-tiba mendapat undangan pelantikan pada tahun 2012,” ujarnya.
Sebelum menjabat sebagai kepala sekolah, Gunawan telah lebih dulu meniti karier sebagai guru sejak tahun 1995 di SMP Negeri 19 Malang selama kurang lebih tujuh tahun. Setelah itu, ia melanjutkan pengabdiannya di SMK Negeri 6 Malang sejak tahun 2002.
Perjalanan kariernya di dunia pendidikan terus berkembang. Ia dipercaya memimpin beberapa sekolah, mulai dari jenjang SD, SMP, SMK Negeri 11, hingga kini menjabat sebagai Kepala SMK Negeri 4 Malang. Berbagai pengalaman tersebut turut membentuk gaya kepemimpinannya yang adaptif terhadap lingkungan sekolah.
Prestasi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Pada tahun 2012, ia meraih Juara 3 dalam ajang Guru Berprestasi Tingkat Nasional. Tak berhenti di situ, saat menjabat di SMK Negeri 11, ia kembali menorehkan prestasi sebagai Juara 1 Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat Nasional.
Menurut Gunawan, setiap sekolah memiliki potensi yang berbeda, sehingga tidak semua program dapat diterapkan secara sama. Ia menekankan pentingnya memahami kondisi lingkungan sebelum mengembangkan program sekolah.
“Ketika berada di suatu lingkungan, kita harus melihat potensi yang ada. Tidak semua yang dilakukan di sekolah lain bisa diterapkan di tempat berbeda,” jelasnya.
Dalam kepemimpinannya, ia juga dikenal menekankan pembelajaran berbasis praktik. Bagi Gunawan, siswa SMK harus mendapatkan pengalaman nyata agar lebih siap menghadapi dunia kerja.
“Pembelajaran harus nyata. Siswa harus mengalami sendiri prosesnya, termasuk saat gagal. Dari situ mereka belajar menjadi lebih mandiri dan kreatif,” ungkapnya.
Ia percaya bahwa pengalaman langsung, termasuk menghadapi kesulitan, dapat membentuk karakter siswa menjadi lebih kuat, mampu berpikir kritis, serta siap berkolaborasi.
Di akhir, Gunawan membagikan prinsip hidup yang selalu ia pegang hingga saat ini, yakni bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar. Hal tersebut juga ia buktikan melalui perjalanan pendidikannya yang tidak selalu linear.
“Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Saya sendiri mengalami itu. Meskipun latar belakangnya berbeda, tetap bisa berkembang,” tuturnya.
Dengan perjalanan panjang dan berbagai pengalaman yang dimiliki, Gunawan Dwiyono menjadi sosok inspiratif dalam dunia pendidikan. Dari seorang guru hingga kepala sekolah berprestasi nasional, ia terus berkomitmen untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan di dunia nyata. (*)
