KETIK, SURABAYA – Tren rambut bondol di tahun 2026 tidak sekadar soal potongan pendek, tetapi berkembang menjadi gaya yang lebih variatif, personal, dan mengikuti karakter masing-masing individu. Istilah “bondol” kini lebih merujuk pada rambut pendek di atas bahu namun dengan banyak modifikasi modern yang membuatnya tidak monoton.
Di media sosial seperti TikTok dan Instagram, tren ini muncul dalam berbagai versi yang lebih spesifik. Beberapa gaya yang paling populer di antaranya adalah short bob, blunt bob (potongan rata), hingga textured bob yang dibuat lebih berlapis agar terlihat natural dan tidak kaku.
Selain itu, gaya pixie cut modern juga kembali diminati, tetapi dengan sentuhan lebih soft, tidak terlalu tipis seperti tren lama, melainkan lebih bervolume di bagian atas. Ada juga tren mix layer pendek yang memberi kesan “messy” atau effortless, yang justru jadi daya tarik tersendiri.
Yang membuat tren ini semakin diminati adalah karena potongannya kini lebih disesuaikan. Bentuk wajah, tekstur rambut, hingga gaya sehari-hari menjadi pertimbangan utama. Penataannya pun relatif sederhana, cukup menggunakan hair dryer atau sedikit wax untuk mendapatkan tampilan rapi. Sementara itu, pemilihan warna cenderung mengarah pada nuansa natural seperti hitam atau cokelat gelap agar terlihat clean dan elegan.
Fenomena ini juga dipengaruhi gaya hidup yang semakin dinamis. Banyak orang memilih rambut bondol karena mudah dirawat, dan tetap terlihat rapi untuk aktivitas harian baik kuliah, kerja, maupun konten kreatif.
Namun, berbeda dari tren lama yang cenderung “potong pendek saja”, tren sekarang lebih menekankan custom look. Artinya, setiap orang bisa punya versi bondol yang berbeda, tidak harus mengikuti satu model tertentu.
Akhirnya tren rambut bondol saat ini bukan lagi sekadar gaya sederhana, tetapi sudah menjadi bentuk ekspresi diri yang fleksibel menggabungkan kepraktisan dengan sentuhan estetika modern. (*)
