KETIK, MALANG – Upaya meningkatkan kualitas pengelolaan data dan informasi kepramukaan terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur, kegiatan Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dalam Penyediaan Data dan Informasi Kepramukaan digelar pada 15–16 April 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Wonojati, Singosari, Kabupaten Malang.
Kegiatan ini diikuti 60 peserta yang berasal dari 38 Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Jawa Timur, dengan tujuan meningkatkan kemampuan pengelolaan data kepramukaan yang akurat, terintegrasi, dan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan.
Kepala Bidang Kepramuka Dispora Jawa Timur, Kuncahayani Wulan, dalam laporan panitia menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem data kepramukaan di Jawa Timur.
“Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketersediaan data, meningkatkan kemampuan pengelolaan data yang valid, serta memperkuat kapasitas pengelolaan data yang terintegrasi sebagai aset administrasi yang mendukung kebijakan Dispora,” ujarnya.
Menurut Wulan, data yang akurat dan terkelola dengan baik akan sangat membantu dalam proses pembinaan dan pengembangan gerakan Pramuka di tingkat daerah maupun provinsi.
Acara pembukaan secara resmi dilakukan Sekretaris Dispora Jawa Timur, Fitri Rahmawati, yang menyampaikan sambutan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur, Hadi Wawan.
Dalam sambutannya, disampaikan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran penting sebagai komponen strategis dalam pembentukan karakter generasi muda.
“Pramuka merupakan komponen strategis dalam pembentukan karakter generasi muda. Oleh karena itu, pembinaan dan pengembangan di tingkat provinsi menjadi sangat penting untuk terus diperkuat,” ungkapnya.
Ia juga mengakui bahwa hingga saat ini pengelolaan data kepramukaan masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait integrasi dan pembaruan data.
“Selama ini data kepramukaan belum sepenuhnya terintegrasi, bahkan sering terjadi keterlambatan dalam pembaruan data. Karena itu, data perlu dikelola secara profesional dan berkelanjutan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dispora Jawa Timur berkomitmen untuk terus mengintegrasikan seluruh data yang ada sebagai dasar dalam menyusun program dan mengambil kebijakan strategis di bidang kepemudaan dan kepramukaan.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi penting terkait pengelolaan data kepramukaan, mulai dari penyeragaman format dan indikator data, pemanfaatan data untuk pembinaan program, tata kelola informasi publik, hingga metodologi pengumpulan data statistik.
Kegiatan ini juga menghadirkan Endramawan dari Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jawa Timur, Imam Fahamzah Diskominfo Provinsi Jawa Timur, serta BPS Provinsi Jawa Timur, yang memberikan perspektif teknis mengenai pengelolaan data dan informasi secara profesional.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Maksum perwakilan Kwarda Jawa Timur, jajaran Dispora Jawa Timur, perwakilan Dispora Kabupaten Malang, serta pihak BLK Wonojati Singosari selaku tuan rumah kegiatan.
Melalui pelatihan ini diharapkan pengelolaan data kepramukaan di Jawa Timur semakin tertata, akurat, dan terintegrasi sehingga mampu mendukung pengembangan Gerakan Pramuka secara lebih efektif di masa mendatang. (*)
