KETIK, ACEH BARAT DAYA – Menjelang Hari Raya Idulfitri, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan online yang kerap meningkat pada momen tersebut. Imbauan tersebut disampaikan Kapolres Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, AKBP Agus Sulistianto, Senin, 9 Maret 2026.
Diingatkan Agus, warga agar tidak mudah percaya terhadap pesan mencurigakan yang beredar melalui SMS, telepon, maupun tautan di internet. Kemudian, ia juga meminta masyarakat lebih teliti sebelum mengklik tautan yang sumbernya tidak jelas serta tidak sembarangan memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.
"Terdapat beberapa modus penipuan online yang sering digunakan pelaku menjelang hari raya. Dari berbagai modus yang digunakan, ada tiga modus yang paling trend dan sering dilakukan oleh pelaku penipuan," sebutnya.
Pertama, modus SMS pemberitahuan menang undian. Pelaku biasanya mengirim pesan singkat yang menyatakan korban menjadi pemenang undian tertentu. Dalam pesan tersebut, korban kemudian diminta mengirimkan data pribadi seperti nomor rekening bank, nomor identitas, hingga informasi penting lainnya.
Kedua, modus undian melalui situs palsu. Pelaku membuat situs belanja online yang tampilannya sangat mirip dengan situs resmi. Beberapa platform yang sering ditiru di antaranya seperti Tokopedia dan Lazada. Korban yang tidak teliti kerap terkecoh karena tampilan situs terlihat meyakinkan.
Ketiga, modus poin atau hadiah dari situs palsu. Dalam modus ini, korban diarahkan untuk mengakses sebuah situs tertentu dan diminta mengisi data diri secara lengkap. Data tersebut kemudian dimanfaatkan pelaku untuk melakukan pencurian data melalui metode phishing.
AKBP Agus Sulistianto mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan digital, terutama menjelang Idulfitri yang biasanya dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menjalankan aksinya.
Ia juga menyampaikan, menjelang Hari Raya Idulfitri, aktivitas masyarakat di dunia digital meningkat. Kondisi ini sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber dengan berbagai modus penipuan.
"Karena itu kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada, tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya, serta tidak memberikan data pribadi seperti PIN maupun kode OTP kepada siapa pun,” ujar Agus.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memeriksa keaslian situs atau tautan sebelum mengaksesnya, serta segera menghentikan komunikasi apabila menemukan indikasi penipuan.
“Jika masyarakat menemukan atau menjadi korban penipuan online, segera laporkan kepada pihak kepolisian. Kami menyediakan layanan Call Center 110 yang dapat diakses 24 jam secara gratis untuk menerima laporan dan pengaduan masyarakat,” tambahnya.
Dengan adanya imbauan tersebut, pihak kepolisian berharap masyarakat dapat lebih waspada sehingga dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan terhindar dari berbagai kejahatan digital. (*)
