KETIK, JAKARTA – Wakil Ketua Majelis Pembina Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah, Faozan Amar, mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya, meskipun pernah melakukan kesalahan di masa lalu.
“Orang yang baik bukanlah orang yang tidak pernah berbuat salah, tetapi orang yang menyadari kesalahannya dan berusaha memperbaikinya,” ujar Faozan saat kegiatan Pondok Ramadan Rumah Sakinah di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jumat, 13 Maret 2026.
Ia juga mengingatkan pesan Al-Qur’an dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11 yang menegaskan bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka sendiri yang berusaha mengubahnya.
Kegiatan yang di gelar MPKS PP Muhammadiyah tersebut mengusung tema “Ramadan Berdaya: Membangun Kemandirian dan Memuliakan Martabat Warga Rentan.”
Acara ini diikuti sekitar 50 perempuan dari total 85 warga binaan Rumah Sakinah. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang kerentanan sosial, seperti korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), mantan pekerja seks komersial (PSK), hingga korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Dukungan terhadap upaya pemberdayaan ini juga datang dari anggota DPRD DKI Jakarta, Waode Herlina, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Ia menyampaikan harapannya agar para perempuan binaan Rumah Sakinah terus memiliki semangat untuk belajar dan memperbaiki kehidupan.
“Saya memahami apa yang ibu-ibu alami. Saya terharu sekaligus bangga karena para anggota Rumah Sakinah terus bersemangat untuk belajar. Saya siap menjadi bagian dari Rumah Sakinah,” ujar Waode Herlina, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta.
Sementara itu, Ketua MPKS Sosial PP Muhammadiyah, Mariman Darto, secara resmi membuka kegiatan Pondok Ramadan tersebut.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Pondok Ramadan Rumah Sakinah secara resmi dibuka,” kata Mariman.
Pada kesempatan yang sama, turut diluncurkan tiga program pemberdayaan baru, yakni Koperasi Rumah Sakinah Matahari, PKBM Rumah Sakinah Mentari, serta Lembaga Kursus dan Pelatihan Rumah Sakinah Bersinar.
Sekretaris Rumah Sakinah, Misran Lubis, menyebutkan jumlah warga binaan saat ini mencapai sekitar 85 orang. Ia berharap berbagai program tersebut dapat memperkuat akses pendidikan, meningkatkan keterampilan, serta mendorong kemandirian ekonomi para perempuan binaan.
Menurutnya, melalui program pemberdayaan tersebut, para perempuan yang pernah mengalami kerentanan sosial diharapkan dapat bangkit dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri serta bermartabat. (*)
