KETIK, LOMBOK TENGAH – Pihak Pertamina Mandalika International Circuit tidak mau hanya menjadi tuan rumah ajang balap internasional GT World Challenge Asia 2026. MGPA selaku pengelola sirkuit menyebut kesempatan ini juga panggung strategis untuk menampilkan identitas Indonesia kepada dunia.
Opening Ceremony ajang balap ini bakal digelar pada 3 Mei 2026 mendatang. Rentetan balapan sendiri berlangsung pada 1-3 Mei 2026.
Untuk itu, MGPA bakal menghadirkan pertunjukan budaya megah yang dirancang khusus untuk menyambut ratusan peserta dan tim balap internasional.
“Opening ceremony ini bukan hanya seremoni pembuka, tetapi representasi identitas Indonesia," ucap Priandhi Satria, Direktur Utama MGPA.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Mandalika bukan sekadar sirkuit, melainkan panggung yang mempertemukan olahraga, budaya, dan kebanggaan bangsa,” tambahnya.
Seremoni pembukaan ini menjadi momen penting, bukan sekadar pembuka rangkaian balap, melainkan sarana memperkenalkan budaya lokal Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusantara secara luas kepada para pembalap dan tim mancanegara yang mendominasi sebagai peserta GT World Challenge Asia di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Acara bakal dikemas secara profesional, pelaksanaan opening ceremony merupakan hasil kolaborasi Mandalika Grand Prix Association (MGPA) bersama pihak ketiga yang professional dan berpengalaman di bidang kreatif dan produksi pertunjukan. Kolaborasi ini menghadirkan sajian berstandar internasional yang tetap mengedepankan kekuatan budaya lokal.
Konsep pertunjukan mengangkat kekayaan alam dan budaya kawasan “Sunda Kecil” meliputi Bali, NTB, dan NTT, dalam visual yang kuat dan mudah dikenali.
Deretan simbol seperti Gunung Rinjani, Gunung Tambora, kuda, kerbau, hiu paus, komodo, hingga elemen khas seperti Uma Lengge dan ogoh-ogoh Bali ditampilkan dalam desain artistik yang terintegrasi.
Seluruh elemen tersebut dirangkai menjadi narasi visual tentang Indonesia: negara dengan kekayaan alam, keberagaman budaya, serta masyarakat yang hidup selaras dengan lingkungannya.
Atraksi budaya menjadi kekuatan utama dalam opening ceremony ini. Peresean, Gendang Beleg, serta Tari Kecak yang dikolaborasikan dengan musik tradisional lintas daerah tampil dinamis dan energik. Perpaduan unsur tradisional dan sentuhan modern menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya atraktif, tetapi juga komunikatif bagi audiens internasional.
Priandhi Satria menambahkan alasan mengapa kemegahan opening ceremony menjadi langkah penting dalam menyambut dominasi peserta asing dalam ajang ini.
“Sebagian besar peserta dan tim balap berasal dari luar negeri. Ini adalah peluang besar bagi Indonesia untuk tampil. Melalui opening ceremony yang megah, kami ingin memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus menunjukkan keramahan masyarakat Indonesia sebagai tuan rumah,” tegasnya.
Opening Ceremony GT World Challenge Asia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit juga instrumen diplomasi budaya. Di tengah kompetisi global, Indonesia hadir tidak hanya dengan performa, tetapi juga dengan identitas yang kuat dan berkarakter. (*)
