KETIK, MALANG – Yayasan Yatim Piatu dan Dhuafa Ar-Rohman Kedungkandang, Malang, merupakan salah satu lembaga yang mengasuh anak-anak yatim piatu serta dhuafa di Kota Malang. Yayasan ini berada di Kecamatan Kedungkandang, dan lokasinya tidak jauh dari tandon PDAM Kota Malang.
Panti ini didirikan oleh Abah H. Muhammad Zaini pada tahun 2006. Saat ini, pendiri generasi pertama, Abah Zaini, telah berpulang pada tahun 2014. Sejak saat itu, pengelolaan panti asuhan dilanjutkan oleh istrinya bersama anak-anaknya hingga sekarang.
Tidak seperti sebagian panti asuhan lainnya, Panti Asuhan Ar-Rohman fokus membantu membina dan mengasuh anak-anak yatim piatu yang berusia mulai dari balita hingga tingkat SMA. Banyak anak-anak yang sejak kecil diasuh di panti tersebut hingga disekolahkan dari jenjang MI sampai MA.
Kegiatan di panti asuhan ini tidak hanya berkaitan dengan pendidikan formal di sekolah. Anak-anak juga dididik dalam pendidikan agama dan kedisiplinan sehari-hari. Mereka sudah dibiasakan bangun sejak pukul empat pagi untuk melaksanakan salat Subuh, mengaji, membantu memasak, serta membersihkan lingkungan sebelum berangkat sekolah.
Setelah pulang sekolah, anak-anak memiliki waktu untuk beristirahat, membersihkan diri, melaksanakan salat, serta belajar hingga menjelang waktu salat Magrib dan Isya.
Di panti asuhan ini, anak-anak juga diajarkan keterampilan sehari-hari seperti memasak untuk kebutuhan makan bersama. Selain itu, mereka juga diberikan waktu untuk berolahraga, khususnya anak laki-laki yang sering bermain sepak bola.
Di samping itu, panti ini sangat fokus dalam mengasuh anak-anak yatim piatu. Karena itu, banyak donatur yang datang memberikan bantuan kepada panti tersebut. Panti ini tidak mengandalkan bantuan dari pemerintah, tetapi lebih mengandalkan kepedulian para donatur serta keyakinan bahwa Allah SWT akan selalu memberikan jalan rezeki.
“Faktanya, banyak sekali donatur yang datang. Kami juga tidak tahu dari mana mereka mengetahui keberadaan panti ini, tetapi mereka datang memberikan bantuan seperti sembako, kebutuhan sehari-hari, perlengkapan sekolah, maupun barang-barang lainnya,” ujar Ustaz Slamet Habibi, generasi kedua pengurus panti. (*)
