Masjid Rahmat Surabaya Tambah Porsi Nasi Bungkus Gratis

24 Februari 2026 17:44 24 Feb 2026 17:44

Thumbnail Masjid Rahmat Surabaya Tambah Porsi Nasi Bungkus Gratis

Pintu gerbang Masjid Rahmat dengan ornamen daun semanggi. (Foto: Ara for Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Jumlah nasi bungkus yang disediakan untuk jemaah di Masjid Rahmat, Jalan Kembang Kuning, Surabaya terus bertambah. 

Semula takmir masjid nasi bungkus yang akan dibagikan sekitar 200 bungkus. Pada hari keenam ini meningkat menjadi 350 bungkus.

“Alhamdulillah pembagian nasi bungkus saat berbuka puasa lancar. Jemaah yang salat Magrib dan berbuka puasa semua mendapat bagian,” kata H. Mansur, salah satu takmir kepada Ketik.com, Selasa, 24 Februari 2026. 

Abah Mansur, sapaan akrabnya menjelaskan, nasi bungkus tersebut disiapkan oleh Takmir Masjid. Namun, mereka mendapat tambahan sedekah dari warga sekitar.

Pembagian nasi selama bulan Ramadan tidak hanya pada saat berbuka puasa, selesai salat magrib. Pada malam ganjil, takmir juga membagikan nasi bungkus untuk mereka yang sahur di masjid. 

Diperkirakan mereka yang akan makan sahur pada malam ganjil tidak sebanyak waktu berbuka puasa. 

Abah Mansur menjelaskan, panitia pembagian zakat fitrah sudah dipersiapkan. Berdasarkan catatan Ramadan tahun lalu, beras terkumpul sekitar 3 ton. 

“Kami harapkan pada Ramadan tahun ini jumlah beras untuk zakat fitrah lebih banyak”, katanya. 

Zakat fitra beras dan uang yang terkumpul di Masjid Rahmat berasal dari masyarakat Jalan Kembang Kuning dan sekitarnya. 

Ada juga tambahan pemberian beras zakat fitrah dari Paguyuban Gereja yang ada di Jalan Kembang Kuning dan sekitarnya. 

Masjid Rahmat yang lokasinya di Jalan Kembang Kuning. Namun masjid yang dibangun oleh Raden Rahmatullah alias Sunan Ampel tersebut dekat perkampungan padat penduduk. 

Sebagai catatan, Masjid Kembang Kuning juga dikenal dengan nama Masjid Tiban. Sebelum masjid direnovasi bentuk bangunannya sederhana menyerupai musala. 

L

Masjid yang penuh dengan ornamen daun semanggi itu sebagai ikon salah satu ciri khas makanan “ Semanggi Surabaya”. 

Yayasan Masjid Rahmat memiliki sebuah stasiun radio. “ Yasmara” nama singkatan dari Radio Yayasan Masjid Rahmat.  

Semua kegiatan masjid Rahmat mendapat dukungan dari radio Yasmara yang menggunakan frekuensi 1152 AM.

Radio Yasmara menjadi panutan beberapa masjid lain termasuk masjid di luar Surabaya saat mengumandangkan azan magrib.

“Pada saat azan Magrib Radio Yasmara bisa didengar hingga Sidoarjo, Gresik dan Lamongan,”kata Cak Hery, salah satu staf Radio Yasmara. (*)

Tombol Google News

Tags:

Masjid Rahmat Kembang Kuning Radio Yasmara