KETIK, KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri dan Pemerintah Kota Madiun resmi menjalin kerja sama strategis lintas daerah dalam bidang penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pengembangan potensi wilayah. Kesepakatan tersebut ditandai oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Wali Kota Madiun Maidi sebagai langkah konkret memperkuat sinergi antarkota.
Kerja sama ini diarahkan untuk menjawab tantangan pembangunan perkotaan yang relatif serupa, sekaligus memaksimalkan potensi masing-masing daerah. Kedua pemerintah daerah sepakat mendorong kolaborasi yang saling menguntungkan demi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menjelaskan bahwa ruang lingkup kerja sama mencakup berbagai sektor strategis. Bidang tersebut meliputi penyelenggaraan pemerintahan, penguatan tata kelola birokrasi, komunikasi dan informasi publik, hingga pengembangan potensi unggulan daerah seperti pariwisata, UMKM, dan sektor ekonomi lainnya.
“Program yang telah berhasil diterapkan di Kota Madiun dan relevan untuk Kota Kediri tentu bisa kita sinergikan. Begitu pula sebaliknya, program unggulan Kota Kediri tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan di Kota Madiun,” kata Mbak Wali.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Kediri membuka diri terhadap berbagai bentuk kolaborasi antardaerah, selama kerja sama tersebut berdampak positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Selama program itu positif, bisa diterapkan, mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, Insyaallah akan kita lakukan. Kami tidak akan menutup diri,” imbuhnya.
Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi menilai kerja sama ini lahir dari kesamaan karakter kedua kota yang menghadapi tantangan pembangunan hampir serupa, meski memiliki potensi yang berbeda-beda. Menurutnya, potensi tersebut perlu dikolaborasikan agar masing-masing daerah dapat saling melengkapi.
“Contohnya, saat Madiun kesulitan cabai sementara Kediri melimpah, maka kerja sama ini bisa saling menopang. Ketika satu daerah mengalami kesulitan, daerah lain yang memiliki keunggulan bisa menjadi penopang,” kata Maidi.
Maidi menekankan bahwa sektor ekonomi menjadi fokus utama dalam kerja sama tersebut. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi sebagai faktor vital yang menentukan kesehatan sebuah kota.
“Ekonomi itu ibarat darah. Kalau alirannya lancar, orang sehat. Kalau pertumbuhan ekonomi kota bagus, kota itu juga akan sehat. Maka bidang ekonomi menjadi prioritas nomor satu,” jelasnya.
Selain sektor ekonomi, kedua kota juga akan mengintensifkan kolaborasi di bidang pariwisata dan kuliner. Maidi menilai potensi wisata dan kuliner di Kediri dan Madiun dapat saling dipromosikan untuk meningkatkan kunjungan dan daya tarik masyarakat.
“Kuliner yang enak di sini kita ajak ke Madiun, yang enak di Madiun kita ajak ke Kediri. Itu yang penting,” imbuhnya.
Tak hanya itu, Maidi turut memaparkan program unggulan Kota Madiun di sektor lingkungan, khususnya pengelolaan sampah dan penataan infrastruktur kota. Ia menyebut Kota Madiun menargetkan penerapan konsep zero waste dan zero kabel pada tahun 2027 sebagai bagian dari visi kota berkelas dunia.
“Tahun 2027 sampah harus sudah selesai, TPA di Kota Madiun harus sudah ditutup. IKL harus sudah jalan. Selain itu juga zero kabel. Kabel-kabel semrawut harus hilang. Karena Madiun itu mengimplementasikan 17 poin Sustainable Development Goals (SDGs), itu programnya PBB. Maka Kota Mendunia itu salah satunya, sampah dan kabel terselesaikan. Kotanya indah, bersih, oksigennya baik, dan suhunya semakin turun,” pungkasnya. (*)
