KETIK, PALEMBANG – Tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan berhasil meringkus seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap beraksi di sejumlah titik di Kota Palembang dan wilayah Mariana, Kabupaten Banyuasin.
Pelaku diketahui bernama Sultan Gilang Perdana (23), warga Sungai Rebo, Banyuasin. Ia diamankan aparat di sebuah rumah yang dijadikan lokasi persembunyiannya di kawasan Sungai Rebo.
Dalam proses penggeledahan, petugas turut menemukan satu alat isap sabu atau bong yang diduga milik tersangka.
Salah satu aksi pencurian yang dilakukan Sultan terjadi di Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju, pada 15 Juli 2025 sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu korban bernama Suwana tengah berbelanja di sebuah warung sembako dan memarkirkan sepeda motor Honda Beat BG 2474 AEM miliknya dalam kondisi terkunci setang, sekitar lima meter dari lokasi warung.
Namun hanya dalam hitungan menit, sepeda motor tersebut raib. Korban masih memegang kunci kontak saat kembali ke lokasi parkir dan mendapati kendaraannya sudah tidak berada di tempat semula.
Kepala Bidang Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut Sultan merupakan Target Operasi (TO) dalam Operasi Pekat Musi 2026.
“Benar, anggota Subdit III Jatanras Polda Sumsel telah menangkap satu pelaku curanmor. Dia ini termasuk ke dalam Target Operasi Pekat Musi 2026,” ujar Nandang, Senin, 2 Maret 2026.
Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku tidak beraksi sendirian. Ia melakukan pencurian secara bergantian bersama dua rekannya berinisial KV dan L, yang saat ini masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).
“Menurut keterangannya ke penyidik, ada dua rekan dia yang ikut beraksi. Keduanya sedang dalam pengejaran,” tambahnya.
Sejauh ini, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya rekaman CCTV saat pelaku beraksi, pakaian yang digunakan, serta sepeda motor milik korban.
Aparat masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk memburu dua pelaku lainnya serta mengungkap kemungkinan lokasi kejadian lain. (*)
