KETIK, LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mulai melakukan perbaikan ruas jalan kabupaten yang mengalami longsor di Kampung Cibereum, Desa Cibereum, Kecamatan Cijaku.
Camat Cijaku, Cece Saputra, mengatakan peristiwa longsor tersebut terjadi sekitar dua minggu lalu akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
“Sekitar dua minggu yang lalu, jalan kabupaten di Kampung Cibereum mengalami longsor akibat cuaca ekstrem,” kata Cece Saputra saat dihubungi wartawan, Senin 13 April 2026.
Ia menjelaskan, pascakejadian, pihaknya bersama kepala desa (jaro) setempat langsung mengambil langkah cepat dengan membuat laporan resmi dan menyampaikannya kepada Bupati Lebak serta DPUPR Kabupaten Lebak.
“Setelah kejadian longsor, saya bersama Pak Jaro langsung membuat laporan dan mendatangi Bupati Lebak serta DPUPR Lebak,” ujarnya.
Menurut Cece, respons dari pemerintah daerah cukup cepat. Tidak lama setelah laporan disampaikan, tim dari DPUPR Lebak langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengukuran terhadap titik longsor.
“Setelah dilakukan pengecekan, dihitung bagian tanah yang longsor dan panjangnya. Tidak lama kemudian langsung ditindaklanjuti dengan pengerjaan,” katanya.
Ia menyebutkan, panjang jalan yang terdampak longsor mencapai kurang lebih 20 meter. Saat ini, proses perbaikan sudah mulai dilakukan dengan mengerahkan alat berat ke lokasi.
“Alhamdulillah hari ini sudah mulai dikerjakan oleh pihak DPUPR Lebak, alat berat sudah berada di lokasi untuk melakukan perbaikan,” ungkapnya.
Cece juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lebak atas gerak cepat dalam menangani kerusakan infrastruktur tersebut.
“Terima kasih kepada Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, serta Dinas PUPR Kabupaten Lebak yang sudah bergerak cepat menangani longsor ini,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ruas jalan tersebut memiliki peran strategis karena menjadi penghubung antara Kecamatan Cirinten, Cijaku, dan Cigemblong, sekaligus sebagai akses menuju kawasan wisata Baduy.
Dengan dimulainya perbaikan, diharapkan aktivitas masyarakat di tiga kecamatan tersebut dapat kembali normal. Terlebih, wilayah tersebut merupakan kawasan pertanian yang sangat bergantung pada kelancaran akses jalan untuk distribusi hasil bumi.
“Dengan penanganan yang cepat ini, tentu masyarakat sangat terbantu, terutama untuk menunjang aktivitas ekonomi dan distribusi hasil pertanian,” pungkasnya.(*)
