KETIK, BANYUWANGI – Pertanyaan yang disampaikan Hakim Said, S.H., Founder sekaligus Ketua Rumah Kebangsaan (RK) Banyuwangi, ketika Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. datang menjabat Kapolresta Banyuwangi, yakni Kapolres datang ke Banyuwangi mencari poin atau koin?”
Lalu kala itu, Pol. Dr. Rama Samtama Putra menjawab dengan tegas bahwa, kedatanganya menjabat sebagai Kapolresta Banyuwangi bukan untuk mencari poin atau koin, akan tetapi melaksanakan tugas untuk mengabdi kepada masyarakat Banyuwangi.
Selama satu tahun tiga bulan Pol. Dr. Rama Samtama Putra memimpin Kapolresta Banyuwangi, kamtibmas terlaksana secar kondusif dan pernyataannya benar-benar dikejawantahkan dengan baik. Sebagai abdi masyarakat, Rama mampu menjaga kamtibmas Banyuwangi aman di tengah tingginya dinamika sosial, pariwisata, dan mobilitas masyarakat.
“Kondusivitas Banyuwangi ini terjaga karena peran seluruh elemen masyarakat. Polisi tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari semua pihak termasuk seluruh eleman masyarakat Banyuwangi. Saya tidak sempurna. Masih ada anggota yang belum melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai regulasi. Tapi, saya dibantu oleh masyarakat Banyuwangi,” kata Rama, Minggu 3 Januari 2026.
Pendekatan humanis kepolisian, lanjut Rama, terus dilakukan melalui dialog rutin dengan tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan organisasi masyarakat, serta respons cepat pengaduan publik, termasuk melalui layanan digital WA Wadul Kapolresta. Sinergi dengan Pemkab Banyuwangi, TNI, dan masyarakat sipil turut memperkuat stabilitas keamanan di Kabupaten Banyuwangi.
Atas kepemimpinannya yang dinilai menghargai kearifan lokal dan menjaga harmoni sosial, Rama Samtama Putra bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kota Banyuwangi, Ny. Nova Rama Samtama Putra, mendapat apresiasi dari tetua adat dan masyarakat Osing Banyuwangi.
Di sisi kelembagaan, Kapolres Rama mendorong penguatan reformasi birokrasi. Polresta Banyuwangi yang telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) diarahkan naik kelas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui pembenahan layanan, pengawasan internal, dan budaya kerja berintegritas.
Sementara itu, Hakim Said Founder sekaligus Ketua Rumah Kebangsaan (RK) Banyuwangi menilai komitmen atau stetmen Kapolresta Banyuwangi tersebut sejak awal menjabat konsisten. “Beliau tidak sibuk membangun citra, tetapi membangun sistem. Pengabdiannya untuk masyarakat Banyuwangi terasa berdampak,” ujar Hakim Said.
Mutasi Rama Samtama Putra ke jabatan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua, kata Hakim Said, dipandang sebagai bentuk kepercayaan institusi atas rekam jejak dan integritas kepemimpinannya.
“Di Banyuwangi, Rama meninggalkan satu pesan sederhana, yakni pengabdian tidak diukur dari panggung, melainkan dari dampak nyata. Pertanyaan “poin atau koin?” pun dijawab dengan kerja nyata, bukan kata kata,” ujar Hakim Said. (*)
