Hadapi Musim Hujan Ekstrem, Operasi Modifikasi Cuaca di Jatim Berlanjut hingga Akhir Januari

6 Januari 2026 17:43 6 Jan 2026 17:43

Thumbnail Hadapi Musim Hujan Ekstrem, Operasi Modifikasi Cuaca di Jatim Berlanjut hingga Akhir Januari
Pemprov Jatim memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), guna antisipasi potensi curah hujan tinggi di bulan Januari dan Februari. (Foto: Biro Adpim Pemprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Imbauan kewaspadaan potensi cuaca ekstrem yang disampaikan BMKG Juanda untuk awal tahun 2026 ini disikapi BPBD Jatim dengan memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem ini, rencananya akan dilangsungkan hingga akhir Januari 2026.

Keputusan memperpanjang OMC ini dilakukan atas arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, setelah melihat potensi cuaca ekstrem yang akan berlanjut hingga awal tahun 2026 ini. 

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengungkapkan, berdasar rilis BMKG Juanda, musim hujan yang berpotensi menjadi cuaca ekstrem di Jawa Timur akan berlanjut pada Januari hingga Februari mendatang. 

Diperkirakan, potensi curah hujan di Bulan Januari akan mencapai sekitar 58 persen dan di Bulan Februari akan sebanyak 22 persen.

Karena itulah, BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten/Kota dan sejumlah OPD di lingkungan Pemprov Jatim melakukan sejumlah upaya mitigasi, di antaranya, normalisasi dan bersih-bersih sungai, menyiagakan personel dan peralatan hingga melakukan sejumlah pelatihan dan peningkatan kapasitas masyarakat. 

"Atas arahan ibu Gubernur, kami juga melanjutkan langkah strategis penanganan cuaca ekstrem, berupa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang akan berlangsung mulai tanggal 1 hingga 31 Januari nanti," ujar Kalaksa Gatot Soebroto, Senin (5/1/2026).

Dikatakan, kegiatan yang telah dimulai sejak 1 Januari 2026 ini kini telah dilaksanakan sebanyak 7 sorti dengan sasaran wilayah di Selatan Jatim, Selatan Pulau Madura dan beberapa titik di wilayah barat Jatim.

Khusus untuk OMC sepanjang Desember 2025 lalu, jumlahnya mencapai 50 sorti dengan sasaran di berbagai wilayah di Jatim. 

Dalam kesempatan ini, Gatot juga memaparkan laporan kejadian bencana di Jatim sepanjang tahun 2025 yang mencapai sebanyak 531 kejadian. 

Dari jumlah itu, mayoritasnya didominasi kejadian bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, angin kencang hingga tanah longsor, yang masing-masing mencapai sejumlah 149, 147 dan 21 kejadian. 

Umumnya, bencana hidrometeorologi ini disebabkan karena cuaca ekstrem yang terjadi secara merata di Jawa Timur. (*)

Tombol Google News

Tags:

cuaca ekstrem OMC di Jatim Diperpanjang BPBD Jatim Gubernur Jawa Timur