Gelar Pasar Murah di Lamongan, Khofifah Pastikan Harga Sembako Stabil dan Terjangkau di Awal 2026

11 Januari 2026 11:08 11 Jan 2026 11:08

Thumbnail Gelar Pasar Murah di Lamongan, Khofifah Pastikan Harga Sembako Stabil dan Terjangkau di Awal 2026

Gubernur Khofifah hadir di Pasar Murah di Kecamatan Deket, Lamongan. Bagikan telur gratis untuk ibu-ibu, anak dan lansia (Foto: Biro Adpim Pemprov Jatim)

KETIK, LAMONGAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar pasar murah ke-2 di tahun 2026 di Halaman Kantor Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Sabtu, 10 Januari 2026.

Masyarakat sejak pagi hadir memadati lokasi. Pasar murah ini digelar sebagai upaya pengendalian inflasi serta stabilisasi harga bahan pokok dan memastikan harga dapat dijangkau masyarakat.

Gubernur Khofifah didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyapa warga serta membagikan telur ayam dan beras SPHP gratis kepada ibu dan anak serta lansia.

Khofifah menyampaikan, awal tahun kerap menjadi periode rawan terjadinya fluktuasi harga kebutuhan pokok apalagi menjelang puasa Ramadhan. Untuk itu, intervensi pasar melalui pasar murah dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Awal tahun ini kita langsung bergerak. Pasar murah ini adalah bagian dari ikhtiar Pemprov Jawa Timur dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok dan memastikan masyarakat tetap bisa mengakses kebutuhan pangan dengan harga terjangkau," kata Khofifah.

Adapun komoditas yang tersedia antara lain beras premium dengan harga Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, Minyakita Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram dan telur ayam ras Rp22.000 per pack.

Selanjutnya, tepung terigu dengan harga Rp10.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per pack. Seluruh komoditas tersebut disiapkan dengan stok yang mencukupi untuk masyarakat.

Harapannya, pasar murah menjadi salah satu cara efektif pengendalian inflasi karena menyediakan komoditas strategis dengan harga subsidi pemerintah dan di bawah harga pasar.

"Kita ingin memastikan bahwa masyarakat tidak terbebani lonjakan harga di awal tahun. Pasar murah ini juga kita tempatkan di titik-titik yang tidak berdekatan dengan pasar tradisional agar tidak mengganggu ekosistem pasar yang sudah ada,” tegasnya.

Disebut, pasar murah dilakukan secara berkelanjutan dan saling melengkapi dengan program serupa yang digelar pemerintah kabupaten/kota di seluruh Jatim.

"Wilayah Jawa Timur ini luas, maka kita saling melengkapi antara provinsi dan kabupaten/kota. Tujuannya satu, yakni mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” terangnya.

Khofifah menyampaikan, ketersediaan bahan pangan di Jatim dalam kondisi aman. Namun, daya beli masyarakat tetap perlu dijaga melalui berbagai program afirmatif, salah satunya pasar murah.

"Sembako kita insyaAllah sangat cukup. Yang kita jaga adalah keterjangkauan harganya agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan baik,” pungkasnya.

Aminah, salah seorang warga Kecamatan Deket, mengaku sangat terbantu adanya pasar murah yang digelar di wilayahnya. Ia menyebut harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga di pasar.

"Alhamdulillah terimakasih bu Khofifah. Pasar murah ini sangat membantu, apalagi di awal tahun kebutuhan banyak. Harganya lebih murah dan barangnya lengkap. Semoga pasar murah seperti ini sering diadakan,” ujarnya.

Endang juga mengaku terbantu adanya pasar murah. Ia menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Khofifah karena membagikan beras SPHP dan telur secara gratis kepada warga.

"Terimakasih bu Khofifah, sangat membantu sekali. Semoga di bulan ramadhan diadakan lagi ya bu Khofifah," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Jawa Timur Bupati Lamongan Pasar Murah di Lamongan Bahan Pokok Terjangkau