Dokter Ruly Rahadian Bongkar Rahasia Puasa, Bisa Redakan Peradangan Pemicu Penyakit Kronis

8 Maret 2026 21:30 8 Mar 2026 21:30

Thumbnail Dokter Ruly Rahadian Bongkar Rahasia Puasa, Bisa Redakan Peradangan Pemicu Penyakit Kronis

Tangkapan layar dr. Ruly Rahadian di akun YouTube pribadinya

KETIK, SURABAYA – Puasa tidak hanya dimaknai sebagai ibadah menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memiliki manfaat medis yang signifikan bagi kesehatan tubuh.

Salah satu manfaat yang kini banyak dibahas dalam dunia kesehatan adalah kemampuan puasa dalam menekan inflamasi atau peradangan kronis yang menjadi pemicu berbagai penyakit modern.

Dalam sebuah edukasi kesehatan yang disampaikan melalui kanal YouTube pribadinya pada 6 Maret 2026, dr. Ruly Rahadian mengungkapkan bahwa berbagai masalah kesehatan seperti nyeri sendi, penyumbatan pembuluh darah hingga jerawat yang tidak kunjung sembuh memiliki akar penyebab yang sama, yakni inflamasi.

“Apa persamaan antara nyeri sendi yang kaku, sumbatan jantung, hingga jerawat yang tak kunjung sembuh? Jawabannya satu kata, yaitu inflamasi atau peradangan,” jelasnya dikutip pada Minggu, 8 Maret 2026.

Inflamasi atau peradangan adalah reaksi alami sistem kekebalan tubuh ketika terjadi luka, infeksi virus atau bakteri, maupun iritasi pada jaringan tubuh. Proses ini bertujuan untuk melawan penyebab kerusakan sekaligus membantu tubuh memulai proses penyembuhan.

Biasanya, peradangan ditandai dengan beberapa gejala seperti bagian tubuh yang terkena menjadi merah, terasa panas, bengkak, nyeri, dan terkadang tidak dapat berfungsi secara normal.

Namun, masalah muncul ketika peradangan tersebut berlangsung dalam jangka panjang atau menjadi kronis. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti konsumsi gula berlebihan, stres, tekanan darah tinggi, hingga kebiasaan mengonsumsi makanan olahan.

Menurutnya, inflamasi kronis bahkan disebut sebagai akar dari sebagian besar penyakit modern. “Inflamasi yang berlangsung terus-menerus atau kronis ini menjadi akar dari 90 persen penyakit modern yang kita kenal saat ini, mulai dari pradiabetes, diabetes, hipertensi hingga kanker,” ungkapnya.

Dokter Ruly juga menjelaskan bahwa setiap kali seseorang makan, tubuh sebenarnya mengalami proses yang disebut postprandial inflammation, yaitu peradangan ringan setelah makan. Kondisi ini tergolong normal, namun dapat menjadi masalah jika terjadi terlalu sering akibat kebiasaan makan berulang dalam sehari.

“Bayangkan kalau kita sehari makan lima sampai enam kali ditambah ngemil. Tubuh kita seperti terus menyiram bensin ke dalam api, sehingga tidak pernah diberi kesempatan untuk mendinginkan diri,” jelasnya.

Dalam kondisi inilah puasa dinilai dapat berperan sebagai mekanisme alami untuk menurunkan peradangan. Saat tubuh berhenti menerima asupan makanan dalam jangka waktu tertentu, produksi molekul pemicu radang atau sitokin pro-inflamasi akan menurun.

“Puasa memberi aba-aba kepada seluruh sistem tubuh untuk mulai menurunkan senjata, mendinginkan suasana, dan melakukan perbaikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam sel tubuh terdapat kompleks protein bernama NF-kB yang berfungsi sebagai pusat kontrol peradangan. Ketika saklar ini aktif, gen-gen yang berkaitan dengan penyakit dapat ikut terpicu.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat membantu menonaktifkan saklar tersebut.

“Puasa secara medis terbukti mampu menidurkan atau mematikan saklar NF-kB, yang merupakan pusat kontrol peradangan di dalam tubuh,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis seperti autoimun, penyumbatan pembuluh darah, hingga gangguan metabolisme.

Tak hanya itu, puasa juga dinilai membantu memperbaiki kesehatan saluran pencernaan, termasuk kondisi yang dikenal dengan istilah leaky gut atau usus bocor. “Puasa memberi waktu bagi dinding usus yang tadinya renggang untuk melakukan perbaikan atau reparasi mukosa,” tambahnya.

Dengan demikian, puasa memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat dari proses pencernaan sekaligus memperbaiki kerusakan yang terjadi di dalamnya.

Konten Kreator Kesehatan tersebut menegaskan bahwa puasa merupakan metode kesehatan yang sederhana namun memiliki dampak besar jika dilakukan secara konsisten dan disertai pola makan yang tepat.

“Puasa adalah alat medis yang paling murah, paling aman, dan paling efektif untuk mematikan tombol peradangan dalam tubuh,” pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

puasa kesehatan peradangan Penyakit Inflamasi Dokter