KETIK, JAKARTA – Tren tektok atau naik-turun gunung dalam satu hari kian digemari para pendaki, terutama kalangan muda yang ingin menikmati alam tanpa harus bermalam di tenda.
Sejumlah gunung seperti Gunung Penanggungan, Gunung Puthuk Siwur, hingga Gunung Pundak kerap menjadi pilihan karena jalurnya relatif pendek dan bisa ditempuh dalam hitungan jam.
Meski dilakukan dengan sistem tektok, bukan berarti persiapannya bisa dianggap sepele. Pendaki tetap wajib membawa perlengkapan standar demi menjaga keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan.
Berikut sejumlah barang bawaan yang wajib dibawa saat tektok mendaki gunung:
1. Air Minum yang Cukup
Meski hanya beberapa jam, kebutuhan cairan tetap menjadi prioritas.
Minimal membawa 1–2 liter air, tergantung panjang jalur dan kondisi cuaca. Dehidrasi kerap menjadi penyebab pendaki kelelahan sebelum mencapai puncak.
2. Makanan Ringan Berkalori
Camilan seperti roti, cokelat, kurma, atau energy bar membantu menjaga stamina. Tektok tetap menguras tenaga, terlebih jika jalur didominasi tanjakan.
3. Jaket dan Jas Hujan
Cuaca gunung sulit ditebak. Kabut tebal dan hujan bisa datang tiba-tiba, bahkan di musim kemarau. Jaket windproof atau raincoat ringan sebaiknya selalu masuk tas.
4. Headlamp atau Senter
Banyak pendaki memulai perjalanan dini hari agar bisa menikmati matahari terbit. Penerangan pribadi penting, terutama jika turun menjelang gelap.
5. P3K Pribadi
Obat pribadi, plester, kasa, dan antiseptik sederhana bisa menjadi penyelamat saat terjadi lecet atau cedera ringan.
6. Power Bank dan Ponsel
Selain untuk dokumentasi, ponsel berfungsi sebagai alat komunikasi darurat. Pastikan baterai terisi penuh sebelum berangkat.
7. Identitas Diri
Kartu identitas sering kali menjadi syarat registrasi di pos pendakian dan penting dalam situasi darurat.
Selain perlengkapan, pendaki juga diimbau memperhatikan kondisi fisik, mengecek informasi cuaca, serta mematuhi aturan pengelola setempat. Tektok memang praktis, tetapi keselamatan tetap nomor satu.
Gunung bisa memberi pengalaman indah dalam sehari, asalkan pendaki datang dengan persiapan matang, bukan sekadar modal nekat.(*)
