BPJS Kesehatan Banyuwangi Sosialisasikan Pemutakhiran Data JKN di Asembagus Situbondo

27 Februari 2026 09:00 27 Feb 2026 09:00

Thumbnail BPJS Kesehatan Banyuwangi Sosialisasikan Pemutakhiran Data JKN di Asembagus Situbondo

Suasana sosialisasi BPJS Kesehatan di Pendopo Kecamatan Asembagus Situbondo, Kamis 26 Februari 2026 (Foto : Heru Hartanto/ketik.com)

KETIK, SITUBONDO – BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banyuwangi menggelar sosialisasi Informasi Kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kantor Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman perangkat desa terkait pemutakhiran data peserta JKN, khususnya bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Sejumlah unsur lintas sektor menghadiri kegiatan tersebut, antara lain perwakilan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Badan Pusat Statistik Kabupaten Situbondo, Camat Asembagus, serta perangkat desa se-Kecamatan Asembagus.

 

Dorong Pemutakhiran Data PBI JKN

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi, Muhammad Masrur Ridwan, menegaskan bahwa sosialisasi ini mendorong perangkat desa agar aktif memperbarui data kepesertaan JKN. Langkah tersebut penting untuk memastikan bantuan iuran PBI tepat sasaran dan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

Menurut Masrur, pemerintah saat ini terus memutakhirkan Data Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penetapan peserta PBI Jaminan Kesehatan. Proses pembaruan itu berdampak pada penonaktifan sementara sebagian peserta.

“Pemerintah saat ini terus melakukan pemutakhiran Data Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penetapan peserta PBI JK. Proses tersebut berdampak pada penonaktifan sementara sebagian peserta, sehingga dibutuhkan peran aktif pemerintah daerah dan perangkat desa untuk memastikan masyarakat yang layak kembali terdaftar dan mendapatkan layanan kesehatan,” ujar Masrur.

Ia menambahkan, seluruh masyarakat Indonesia pada prinsipnya harus memiliki jaminan kesehatan agar tidak terbebani biaya saat membutuhkan pelayanan medis. Karena itu, ia mengimbau perangkat desa memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN untuk mengecek status kepesertaan warga secara cepat dan mandiri.

“Untuk itu, saya mengimbau kepada perangkat desa untuk memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN sebagai sarana pengecekan status kepesertaan warga secara mandiri dan cepat,” jelasnya.

 

Perkuat Sinergi dan Program Daerah

Melalui sosialisasi ini, BPJS Kesehatan berharap terbangun sinergi yang semakin solid antara pemerintah daerah, perangkat desa, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan Program JKN di Kabupaten Situbondo.

“Upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan perlindungan jaminan kesehatan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Situbondo,” pungkas Masrur.

Sementara itu, Camat Asembagus, Faishol Afandi, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah BPJS Kesehatan dalam melindungi masyarakat kurang mampu dan rentan melalui Program JKN. Ia menilai perangkat desa memegang peran strategis dalam pendataan dan pengusulan warga yang memenuhi kriteria PBI.

“Kabupaten Situbondo juga memiliki program daerah sebagai pelengkap PBI JK untuk mengakomodasi warga yang belum tercover bantuan pusat melalui Program Berantas,” kata Faishol.

Menurutnya, Program Berantas diharapkan mampu memperluas akses layanan kesehatan tanpa diskriminasi. “Harapkan kami, masyarakat kurang mampu dan rentan tetap terlindungi melalui Program JKN di desa-desa wilayah Kecamatan Asembagus,” tuturnya.

 

Peserta: Sosialisasi Bantu Pahami Reaktivasi PBI

Salah satu peserta sosialisasi, Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKSK) Intifanus Samsussuro, mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Ia memahami secara lebih jelas prosedur reaktivasi peserta PBI JKN dan alur bantuan dari pemerintah daerah.

Menurutnya, sosialisasi ini penting agar perangkat desa tidak keliru saat memberikan informasi kepada masyarakat terkait status kepesertaan dan mekanisme pengurusan JKN.

“Saya sering menginformasikan kepada warga tentang manfaat BPJS Kesehatan ini. Saya dan keluarga sendiri juga pernah menggunakan BPJS Kesehatan untuk berobat, tidak ada kendala, bahkan cukup menggunakan KTP saat berobat saja sudah bisa,” jelas Intifanus. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gandeng Perangkat Desa Diwilayah Kecamatan Asembagus BPJS Kesehatan Banyuwangi Perkuat Informasi Status Kepesertaan JKN di Situbondo