KETIK, PROBOLINGGO – Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, terus menggencarkan Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Kali ini, sasaran utamanya adalah siswa SDN Randutatah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis, 16 April 2026.
Langkah ini diambil untuk menggeser kebiasaan konsumsi anak-anak sekolah yang kini lebih menggemari makanan cepat saji seperti ayam geprek dibandingkan ikan. Padahal, ikan dinilai jauh lebih efektif dalam menjaga pemenuhan gizi dan mencegah stunting.
Dalam sambutannya, Arumi Bachsin menekankan bahwa Indonesia, khususnya Kabupaten Probolinggo, memiliki kekayaan sumber daya laut yang luar biasa. Ia bahkan mengibaratkan ikan sebagai pahlawan gizi bagi anak-anak Indonesia.
“Kalau di Amerika ada Superman, kalau di Indonesia kita memiliki superfood (ikan),” tegas Arumi di hadapan para siswa dan guru.
Istri Wakil Gubernur Jatim ini menjelaskan bahwa konsumsi ikan sangat krusial bagi generasi muda. Kandungan nutrisi pada ikan berdampak langsung pada tiga aspek utama pertumbuhan; Mendukung konsentrasi belajar, Kesehatan Fisik: Memperkuat daya tahan tubuh dan mencegah stunting, Kesehatan Mental: Menjaga stabilitas emosional anak.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PKK Desa Randutatah, Marisa Juwita Sari, mengakui tantangan saat ini adalah mengubah selera makan anak-anak. Menurutnya, anak-anak di wilayahnya terkadang lebih memilih menu ayam geprek, padahal potensi ikan di wilayah pesisir Probolinggo sangat melimpah dan lebih sehat.
Kepala Desa Randutatah, Suham, menyambut positif program ini. Ia menilai edukasi langsung kepada anak-anak sangat produktif untuk menumbuhkan kebiasaan sehat sejak dini.
“Kegiatan ini sangat produktif sebab mendukung kegemaran anak makan ikan untuk menumbuhkan kecerdasannya. Kami berharap anak-anak muda di sini lebih menyadari bahwa gizi ikan sangat penting untuk masa depan mereka,” ujar Suham.
Kampanye Gemarikan ini, diharapkan angka konsumsi ikan nasional, khususnya di Jawa Timur, terus meningkat demi mencetak generasi emas yang sehat dan cerdas. (*)
