KETIK, MALANG – Dampak konflik Amerika dan Israel ke negara Iran yang masih terus berlangsung membawa dampak dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah. Meski dampaknya belum dirasakan, namun pelaku usaha di Kota Malang mulai waspada terhadap timbulnya fluktuasi nilai tukar mata uang dan hambatan distribusi barang.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Malang, Djoko Prihatin, mengatakan, dampak langsung akibat konflik tersebut belum dirasakan para pelaku usaha di Kota Malang. Namun, ia memprediksi beberapa sektor akan berpotensi terdampak apabila perang terus berlanjut dan berkepanjangan.
"Saat ini, dampaknya belum terasa secara langsung. Namun apabila ini terus terjadi, maka beberapa sektor akan terdampak utamanya berkaitan dengan energi dan perdagangan internasional. Karena dua sektor ini dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar dolar terhadap rupiah," jelasnya, Senin, 9 Maret 2026.
Ia mengungkapkan, bahwa perubahan nilai tukar mata uang dapat berpengaruh terhadap biaya produksi maupun distribusi barang. Khususnya, bagi sektor usaha yang bergantung pada bahan baku impor.
Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Malang, Hendi Suryoleksono menilai, pengusaha muda cenderung mudah beradaptasi dalam menghadapi tantangan global.
Ia menjelaskan, hambatan yang mungkin muncul akibat dampak konflik tersebut antara lain gangguan pengiriman barang dan fluktuasi nilai tukar mata uang. Tetapi di sisi lain, kondisi tersebut juga dapat membuka peluang baru bagi sektor usaha berbasis digital.
"Kami melihat, situasi ini justru mendorong pelaku usaha untuk lebih adaptif. Meski ada tantangan distribusi dan kurs, tetapi ada peluang besar di sektor digital yang terus berkembang," ungkapnya.
Sebagai organisasi yang menaungi pengusaha muda, HIPMI juga membuka ruang kolaborasi dan jejaring yang luas. Sehingga, peluang bisnis dapat terus semakin berkembang.
"Kami mendorong anggota untuk saling berbagi ilmu, pengalaman, dan memperluas jaringan. Sehingga, mampu menghadapi dinamika ekonomi global," tandasnya. (*)
