Wali Kota Batu Cak Nur Padukan Sektor Tani dan Wisata demi Identitas 'Kota Bernuansa Desa'

14 Oktober 2026 16:24 14 Okt 2026 16:24

Dafa Wahyu P., Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Wali Kota Batu Cak Nur Padukan Sektor Tani dan Wisata demi Identitas 'Kota Bernuansa Desa'

Wali Kota Batu, Nurochman saat menyampaikan gagasan visi mBatu Sae di acara Sarasehan Pokja Peningkatan Status Kota Administratif Batu. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Wali Kota Batu Nurochman ingin memperkuat kembali identitas Kota Batu sebagai kota bernuansa desa dengan memadukan potensi pertanian, keindahan lingkungan, dan sektor pariwisata.

Gagasan tersebut menjadi bagian dari visi pembangunan Mbatu Sae yang berupaya menyelaraskan karakter agraris Kota Batu dengan perkembangannya sebagai destinasi wisata.

Nurochman menjelaskan gagasan Kota Bernuansa Desa berangkat dari perjalanan arah pembangunan Kota Batu yang pernah mengusung konsep agropolitan sebelum berkembang menjadi kota wisata.

Menurutnya, kedua potensi tersebut tetap relevan untuk dikembangkan secara bersamaan dalam menjawab tantangan pembangunan saat ini.

Pada era kepemimpinan Wali Kota Batu periode 2002-2007 Imam Kabul, Kota Batu dikenal dengan konsep agropolitan yang menitikberatkan pada potensi pertanian. Selanjutnya, pada masa Wali Kota Batu periode 2007-2017 Eddy Rumpoko, identitas Kota Batu berkembang menjadi kota wisata dan diteruskan oleh Dewanti Rumpoko yang memimpin pada periode 2017-2022.

Setelah melewati masa transisi kepemimpinan yang dijalankan penjabat wali kota Aries Agung Paewai pada tahun 2023-2025, Nurochman menilai momentum tersebut menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali arah pembangunan daerah sekaligus memperkuat karakter yang menjadi fondasinya.

“Kota bernuansa desa itu, karena di dalam visi-misi Mbatu Sae itu merupakan kolaborasi antara agropolitan dan kota wisata. Ini yang sesungguhnya menjadi pemikiran kami,” ujarnya, Rabu, 14 Oktober 2026.

Ia menilai, Kota Batu memiliki kekuatan yang tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata, tetapi juga pada potensi pertanian dan kondisi alam yang menjadi keunggulan daerah. Kedua sektor tersebut perlu dikelola secara beriringan agar pembangunan tetap berpijak pada karakter lokal.

Menurutnya, pengembangan Kota Batu sebagai destinasi wisata tidak perlu ditinggalkan. Sebaliknya, potensi pertanian dan lingkungan perlu kembali mendapat perhatian agar dapat berjalan selaras dengan kemajuan pariwisata serta perkembangan teknologi modern.

“Kami memotret bahwa ada potensi pertanian yang sangat luar biasa, ada potensi landscape Kota Batu sebagai anugerah terindah,” kata Cak Nur, sapaanya.

Politisi PKB ini menegaskan tantangan pembangunan terletak pada bagaimana mengelola potensi tersebut di tengah perubahan zaman.

Modernisasi dan perkembangan pariwisata perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga karakter serta keunggulan alam yang dimiliki Kota Batu.

“Tentu kita tidak mungkin flashback. Kita enggak cocok sebagai kota wisata, tidak mungkin kita akan mundur. Tapi ada potensi pertanian, ada potensi lingkungan yang kita miliki. Terus bagaimana mengelola itu di era teknologi, di era modern, di era pariwisata. Inilah tantangan kita semuanya saat ini,” tuturnya.

Dalam merumuskan arah pembangunan tersebut, Cak Nur juga membuka ruang bagi masyarakat, pemerhati, serta pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap Kota Batu untuk menyampaikan pandangan. Masukan dan kritik dinilai penting agar pembangunan tidak kehilangan landasan identitas daerah.

“Saya yang diamanati sebagai wali kota, tidak kemudian menutup diri terhadap masukan, koreksi, kritik, dan saran dari masyarakat sekalian, dari para pemerhati Kota Batu, dari orang-orang yang mencintai Kota Batu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dialog mengenai identitas dan arah pembangunan perlu terus dilakukan agar Kota Batu dapat berkembang dengan tetap berpegang pada jati diri serta pemikiran yang mendasarinya.

“Kami sangat terbuka untuk bicara itu, karena bagi kami tidak mungkin sebuah kota ini kemudian tumbuh berkembang tanpa dilandasi oleh jati diri dan pikiran-pikiran baik yang melandasinya,” pungkas Nurochman.(*)

Tombol Google News

Tags:

Mbatu Sae Kota Bernuansa Desa Kota Wisata Batu Batu Agropolitan Wali Kota Batu Info Kota Batu Berita Kota Batu Nurochman Kota Batu