KETIK, BATU – Pemerintah Kota Batu (Pemkot Batu) mengandalkan konsep Batu Agrokreatif untuk meningkatkan nilai ekonomi produk lokal melalui integrasi sektor pertanian, gastronomi, pariwisata, dan budaya. Strategi ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan Kota Batu menuju UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027 di bidang gastronomi.
Konsep tersebut dipaparkan Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) 2026 di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta, pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Melalui konsep bertajuk Batu Agrokreatif: From Mountain Agriculture to Global Gastronomy, Kota Batu menjadikan potensi pertanian dan hortikultura sebagai dasar pengembangan produk gastronomi.
“Hasil pertanian tidak hanya dijual sebagai komoditas, tetapi juga diolah menjadi produk kuliner, pengalaman wisata, dan karya kreatif yang memiliki nilai tambah,” ujar Mas Heli, sapaanya.
Mas Heli menjelaskan, Kota Batu memiliki 17 subsektor ekonomi kreatif. Selain kuliner yang menjadi salah satu kekuatan utama, potensi lainnya mencakup seni pertunjukan, kriya, fesyen, serta subsektor kreatif lainnya.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Pemkot Batu mendorong kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan jejaring kreatif.
“Kerja sama ini diharapkan dapat melahirkan inovasi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk lokal,” tambah dia.
Pengembangan ekonomi kreatif juga dilakukan melalui penguatan desa kreatif dan desa wisata, fasilitasi hak kekayaan intelektual (HKI), serta penyelenggaraan festival yang mengangkat potensi daerah.
Selain itu, paparnya, ruang publik dan aset milik pemerintah daerah dimanfaatkan sebagai wadah kolaborasi dan kegiatan ekonomi kreatif.
“Melalui pendekatan tersebut, Pemkot Batu berupaya menghubungkan potensi pertanian dengan industri kuliner dan pariwisata agar menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkap politisi Gerindra itu.
Mas Heli menegaskan bahwa pengembangan Batu Agrokreatif menjadi salah satu langkah untuk memperkuat identitas Kota Batu sebagai daerah wisata dan agropolitan, sekaligus mempersiapkan pencalonan dalam UCCN 2027 bidang gastronomi.
Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal, memperluas akses pasar UMKM, serta memperkuat posisi Kota Batu dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi daerah.(*)
