KETIK, BATU – Persikoba Kota Batu menelan kekalahan di laga kedua Babak 32 Besar Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden 2025/2026 setelah takluk 0-1 dari Persepam Pamekasan di Stadion Brantas, Sabtu, 13 Juni 2026.
Kekalahan ini membuat peluang Persikoba untuk melangkah ke fase berikutnya semakin berat dan harus ditentukan pada pertandingan terakhir.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persikoba mendapat tekanan cukup besar dari Persepam. Dalam 15 menit pertama, tim tamu beberapa kali menciptakan peluang berbahaya yang nyaris membobol gawang tuan rumah.
Persikoba berusaha keluar dari tekanan dan mulai mengimbangi permainan. Pada menit ke-21, Elang Putih sempat menjebol gawang Persepam. Namun gol tersebut dianulir wasit karena terjadi pelanggaran handball dalam proses terciptanya gol.
Meski kedua tim saling melancarkan serangan hingga akhir babak pertama, skor imbang tanpa gol tetap bertahan saat turun minum.
Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung semakin terbuka. Persepam akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-53 melalui skema serangan cepat.
Berawal dari hilangnya penguasaan bola pemain Persikoba di lini tengah, kapten Persepam, Qischil Gandrum, sukses memaksimalkan peluang menjadi gol dan membawa timnya unggul 1-0.
Tertinggal satu gol membuat Persikoba tampil lebih menyerang. Sejumlah peluang berhasil diciptakan untuk menyamakan kedudukan.
Namun rapatnya lini pertahanan Persepam serta penampilan gemilang penjaga gawang lawan membuat seluruh upaya Persikoba gagal berbuah gol.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk kemenangan Persepam Pamekasan tetap bertahan.
Pelatih Persikoba Kota Batu, Arif Suyono, menilai timnya kurang agresif pada babak pertama sehingga kesulitan mengembangkan permainan.
“Menurut saya, pada babak pertama kami kurang agresif karena lebih banyak menunggu. Setelah turun minum, permainan mulai berkembang. Apalagi setelah tertinggal satu gol, pemain mulai berani mendominasi dan menciptakan tekanan kepada lawan,” ujarnya.
Mantan Pemain Timnas Indonesia ini mengaku menyayangkan timnya baru menunjukkan permainan terbaik setelah kebobolan.
“Yang saya sesalkan, kenapa permainan kami justru berkembang setelah tertinggal. Padahal ini pertandingan yang sangat menentukan. Itu menjadi bahan evaluasi bagi kami,” katanya.
Ia juga menyoroti karakter permainan Persepam yang banyak mengandalkan umpan langsung ke depan dan mampu memenangkan duel-duel bola kedua.
“Secara taktik, dua pertandingan terakhir memang berbeda karena lawan bermain direct ball. Kami kurang mengantisipasi hal itu. Ketika mereka memainkan bola langsung, kami sering kalah dalam perebutan second ball. Namun saya juga mengucapkan selamat kepada Persepam karena mereka bermain sangat agresif,” tutur Coach Keceng, sapaan akrabnya.
Ia bahkan menilai agresivitas Persepam lebih menonjol meski pertandingan berlangsung di kandang Persikoba.
“Ini bermain di kandang Persikoba. Seharusnya kami yang lebih agresif, tetapi justru mereka yang tampil lebih menekan sepanjang pertandingan,” tambahnya.
Sementara itu, pemain Persikoba, Tegar Ahmad Ramadhan, mengakui timnya kesulitan mengembangkan permainan pada babak pertama karena agresivitas lawan dalam duel satu lawan satu.
“Menurut kami, pemain Persepam sangat agresif dalam duel satu lawan satu. Itu membuat penguasaan bola kami di babak pertama tidak berjalan baik,” kata Tegar.
Ia menambahkan perubahan strategi pada babak kedua membuat Persikoba mulai menemukan ritme permainan.
“Setelah ada perubahan taktik di babak kedua, kami mulai bisa membuka ruang dan mendapatkan lebih banyak sentuhan bola. Chemistry antar pemain juga mulai terlihat karena kami bermain lebih agresif,” ujarnya. (*)
.png)