KETIK, BATU – Prakiraan suhu udara minimum 11 derajat Celsius di Kota Batu tak hanya menjadikan sebagai wilayah terdingin di Jawa Timur, tetapi juga memicu kewaspadaan terhadap meningkatnya risiko penyakit.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gangguan pernapasan hingga reaksi alergi yang lebih mudah muncul saat udara dingin.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan suhu udara di Kota Batu berada pada kisaran 11 hingga 24 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 49-99 persen.
Sementara itu, suhu tertinggi di Jawa Timur diperkirakan terjadi di Kota Madiun dan Kabupaten Kediri yang mencapai 34 derajat Celsius.
Kondisi ini menandai kembali munculnya fenomena bediding, yakni udara dingin yang lazim terjadi pada musim kemarau.
Selain memengaruhi aktivitas masyarakat, suhu yang rendah juga berpotensi meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak, lanjut usia, serta penderita penyakit kronis.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Batu, dr. Icang Sarrazin, mengatakan suhu udara yang turun di bawah 17 derajat Celsius perlu diwaspadai karena dapat memicu sejumlah penyakit, terutama yang berkaitan dengan reaksi alergi.
“Dengan suhu di bawah 17 derajat Celsius, yang paling sering muncul adalah penyakit-penyakit yang berkaitan dengan alergi. Contohnya gatal-gatal pada kulit atau urtikaria, yaitu muncul bentol-bentol secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas,” ujarnya, Senin, 27 Juli 2026.
Menurut dr Icang, udara dingin juga dapat memicu kambuhnya penyakit saluran pernapasan kronis, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, bronkitis kronis, hingga emfisema.
Penurunan suhu membuat saluran pernapasan menjadi lebih sensitif sehingga penderita penyakit tersebut lebih mudah mengalami sesak napas maupun batuk yang berkepanjangan.
Selain itu, kondisi udara yang dingin dan cenderung kering selama musim bediding turut meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Risiko tersebut dapat menyerang berbagai kelompok usia, terutama masyarakat yang memiliki daya tahan tubuh rendah.
“Udara yang kering disertai suhu yang lebih dingin menjadi salah satu faktor yang memicu meningkatnya keluhan batuk dan gangguan saluran pernapasan,” kata dr Icang.
Dinas Kesehatan Kota Batu mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh selama suhu dingin masih berlangsung.
Warga disarankan mengenakan pakaian hangat saat beraktivitas pada pagi maupun malam hari, memenuhi kebutuhan cairan tubuh, serta mengonsumsi makanan bergizi agar daya tahan tubuh tetap terjaga.
Selain itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, maupun reaksi alergi yang tidak kunjung membaik.(*)
