Perjuangan Paskibraka Kota Batu, 72 Pelajar Jalani Karantina dan Latihan Ketat

17 Agustus 2026 15:16 17 Agt 2026 15:16

Dafa Wahyu P., Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Perjuangan Paskibraka Kota Batu, 72 Pelajar Jalani Karantina dan Latihan Ketat

Tim Pembawa Bendera saat menerima Sang Saka Merah Putih dari Wali Kota Batu Nurochman. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Sebanyak 72 pelajar SMA/SMK sederajat terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Batu untuk menjalankan tugas mengibarkan dan menurunkan bendera Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, di Balai Kota Among Tani, pada Senin, 17 Agustus 2026.

Koordinator Pelatih Paskibraka Kota Batu, Pelda Arifin, mengatakan proses seleksi telah dilakukan pada Maret 2026 selama 10 hari.

Sebelum seleksi dimulai, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batu menyampaikan informasi pendaftaran kepada sekolah-sekolah.

Pendaftaran dilakukan secara daring. Setelah itu, para pelajar mengikuti seleksi secara langsung yang diikuti lebih dari 300 pendaftar.

“Pendaftaran kemudian dilakukan secara online, sebelum dilanjutkan dengan seleksi secara langsung yang diikuti lebih dari 300 pendaftar,” ujarnya.

Pelda Arifin menjelaskan, peserta harus melewati tujuh tahapan tes dalam proses seleksi. Tahapan tersebut meliputi tes administrasi, tes kesehatan, tes fisik termasuk postur, tes Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PWK), Tes Inteligensi Umum (TIU), tes Peraturan Baris Berbaris (PBB), serta tes wawancara.

Tidak berhenti pada tujuh tahapan tersebut, peserta juga harus mengikuti Pemantauan Akhir atau Penentuan Terakhir (Pantukhir). Arifin menyebut tahapan tersebut layaknya proses seleksi calon anggota TNI/Polri.

“Tes yang diikuti ada sebanyak tujuh tahapan, yakni tes administrasi, tes kesehatan, tes fisik termasuk postur, tes Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Tes Inteligensi Umum, tes Peraturan Baris Berbaris, dan tes wawancara,” katanya.

“Tak hanya tujuh tes itu saja, peserta juga harus mengikuti tes Pemantauan Akhir atau Penentuan Terakhir (Pantukhir), layaknya hendak mendaftar sebagai anggota TNI/Polri,” lanjut Arifin.

Setelah dinyatakan lolos seleksi dan tergabung dalam tim Paskibraka Kota Batu, 72 peserta menjalani karantina di Pusdik Arhanud Kota Batu. Karantina berlangsung sejak 8 Agustus hingga 17 Agustus 2026.

Selama masa karantina, para peserta menjalani latihan setiap hari di Balai Kota Among Tani mulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB. Pada sore hari, mereka mengikuti pembinaan fisik di Pusdik Arhanud.

Sementara pada malam hari, peserta mendapatkan pembelajaran dari Duta Pancasila Paskibraka Indonesia serta berbagai materi. Seluruh peserta diwajibkan beristirahat pada pukul 22.00 WIB.

“Setelah dinyatakan lolos seleksi dan tergabung dalam tim Paskibraka Kota Batu, 72 peserta kemudian mengikuti karantina di Pusdik Arhanud Kota Batu sejak tanggal 8 Agustus hingga 17 Agustus,” ujar Pelda Arifin.

“Selain latihan setiap hari di Balai Kota Among Tani dari jam 08.00 WIB sampai 14.00 WIB, peserta juga mengikuti kegiatan pembinaan fisik saat sore hari di Pusdik Arhanud. Malam hari ada pembelajaran dari Duta Pancasila Paskibraka Indonesia dan pemberian materi. Jam 10 malam seluruh peserta sudah harus istirahat,” sambungnya.

Salah satu anggota Paskibraka Kota Batu, Alea Keisha Putri Pameela, mengaku bergabung dalam tim Paskibraka daerah merupakan salah satu impiannya.

Ia telah lama tertarik dengan kegiatan tersebut dan sebelumnya mengikuti ekstrakurikuler Paskibraka serta berbagai perlombaan Paskibraka di sekolah.

“Iya, bisa bergabung dalam tim Paskibraka daerah memang salah satu mimpi saya. Sudah lama saya tertarik di bidang ini. Sebelumnya saya telah mengikuti ekstrakurikuler Paskibraka di sekolah dan lomba-lomba Paskibraka juga,” ujarnya yang bertugas membawa Baki saat upacara pengibaran.

Menurut Keisha, proses seleksi yang dijalani tidak mudah karena peserta harus mengikuti berbagai tahapan tes.

Selain kemampuan baris-berbaris, peserta juga dituntut memahami wawasan kebangsaan, Kota Batu, dan Indonesia secara umum.

“Seleksinya kalau dibilang mudah ya tidak mudah, dibilang sulit ya sulit menurut saya. Banyak tes yang harus saya ikuti. Jadi selain praktik baris-berbaris, kami juga harus tahu soal wawasan kebangsaan, soal Kota Batu dan Indonesia pada umumnya,” katanya.

Meski demikian, Alea mengaku senang menjalani seluruh proses tersebut. Menurut siswi SMK Negeri 1 Kota Batu ini, pengalaman mengikuti Paskibraka membuatnya belajar menjadi lebih disiplin, sopan, bertanggung jawab, dan memiliki semangat untuk meraih cita-cita.

“Tapi saya senang menjalaninya. Dengan mengikuti Paskibraka ini saya bisa lebih disiplin, sopan, tanggung jawab dan semangat untuk meraih cita-cita,” tuturnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Paskibraka Kota Batu Upacara Bendera Pemkot Batu Hut RI ke 81 Info Kota Batu Berita Kota Batu