Kolaborasi CV Arsufa-Mikutopia, Dorong Wisata Edukasi Jamur dan Serap Tenaga Kerja

11 Juni 2026 11:41 11 Jun 2026 11:41

Dafa Wahyu P., Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kolaborasi CV Arsufa-Mikutopia, Dorong Wisata Edukasi Jamur dan Serap Tenaga Kerja

Potong tumpeng tasyakuran kantor CV Arsufa Multikarya oleh Manajer Operasional Mikutopia dan perwakilan sahabat mikutopia. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Kehadiran CV Arsufa Multikarya atau Sahabat Mikutopia di Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, tidak hanya memperkuat pengembangan wisata edukasi jamur, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Saat ini sebagian besar tenaga edukator dan karyawan yang terlibat berasal dari lingkungan setempat, dengan rencana penambahan tenaga kerja dalam waktu dekat.

Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian kantor CV Arsufa Multikarya atau Sahabat Mikutopia di Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, Kota Batu, Rabu, 10 Juni 2026. 

Melalui kolaborasi dengan wisata edukasi Mikutopia, perusahaan tersebut berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas jamur melalui pengembangan wisata edukatif, pemberdayaan masyarakat, dan penciptaan lapangan kerja baru.

Direktur CV Arsufa Multikarya, Achmad Arthur Julio Tampi, mengatakan, keterlibatan pihaknya telah dimulai sejak tahap awal pembangunan kawasan wisata Mikutopia. 

Saat itu, perusahaan turut menjembatani komunikasi antara pengelola dan masyarakat sekitar agar keberadaan destinasi wisata tersebut mendapat dukungan dari lingkungan setempat.

Menurutnya, sinergi yang terbangun sejak awal menjadi fondasi penting dalam pengembangan wisata hingga sekarang.

“Sejak awal pembangunan, kami berupaya membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar, khususnya di wilayah RW 17 Dusun Gerdu. Kami ingin memastikan keberadaan wisata ini dapat diterima dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” ujar Rambing, sapaan akrabnya.

Seiring berkembangnya Mikutopia, kerja sama yang terjalin kemudian diperluas ke berbagai program edukasi berbasis jamur.

Saat ini, CV Arsufa Multikarya bersama Mikutopia mengembangkan edukasi budidaya jamur, pengolahan hasil panen, kegiatan outbound, permainan edukatif, hingga program wisata pembelajaran lainnya.

Rambing menjelaskan, pihaknya juga tengah menyiapkan peluncuran program cooking class yang akan melengkapi rangkaian edukasi jamur secara menyeluruh.

“Kami ingin membangun satu rangkaian pembelajaran yang utuh, mulai dari mengenalkan budidaya jamur, proses pengelolaannya, hingga pemanfaatannya menjadi berbagai produk makanan. Melalui cooking class ini, peserta tidak hanya mengenal jamur sebagai komoditas, tetapi juga memahami manfaatnya bagi kesehatan dan berbagai bentuk olahannya,” katanya.

Program tersebut dirancang untuk berbagai kalangan, mulai anak usia TK, SD, SMP hingga masyarakat umum dan kelompok ibu rumah tangga.

Selain mengembangkan sektor edukasi, Rambing menegaskan bahwa pemberdayaan warga menjadi salah satu tujuan utama kolaborasi tersebut.

Saat ini seluruh tenaga edukator dan karyawan yang bertugas di bawah CV Arsufa Multikarya berasal dari masyarakat sekitar kawasan wisata.

“Ada sekitar 12 tenaga kerja yang berasal dari warga setempat. Ke depan kami berencana menambah sekitar 15 hingga 20 orang lagi. Kami melihat masyarakat di sini memiliki potensi yang besar dan itu yang ingin kami kembangkan bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Manager Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani, menyambut baik kehadiran CV Arsufa Multikarya sebagai mitra strategis dalam pengembangan wisata edukasi jamur di Desa Tulungrejo.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan daya tarik wisata sekaligus memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi warga.

“Kami merasa bangga dan senang karena masyarakat terlibat langsung dalam pengembangan wisata ini. Kehadiran warga menjadi kekuatan yang mampu menciptakan dampak ekonomi sekaligus memperkuat daya tarik wisata,” ujarnya.

Panji menambahkan, Mikutopia membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan masyarakat, baik melalui pemerintah desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), maupun kelompok warga lainnya.

“Kami selalu terbuka terhadap masukan, kritik, maupun saran. Harapannya, kolaborasi yang terjalin dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun pengembangan Mikutopia ke depan,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, menilai kehadiran Sahabat Mikutopia memberikan nilai tambah bagi komoditas jamur yang selama ini menjadi salah satu produk unggulan desa.

Menurutnya, jamur kini tidak hanya dipasarkan dalam bentuk hasil panen, tetapi juga dikembangkan menjadi produk wisata dan edukasi yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

“Desa Tulungrejo memang dikenal sebagai salah satu sentra produksi jamur. Dengan adanya kolaborasi ini, jamur tidak hanya dijual sebagai produk pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari wisata edukasi yang mampu meningkatkan nilai ekonominya,” ujarnya.

Pemerintah desa, lanjut Suliono, akan terus mendukung pengembangan program tersebut melalui promosi dan penguatan sinergi dengan berbagai pihak.

“Harapan kami, kegiatan ini bisa memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan membuka peluang usaha baru bagi warga Desa Tulungrejo,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Sahabat Mikutopia Edukasi Jamur Desa Tulungrejo Info Kota Batu Berita Kota Batu