Jurnalis: Syaiful Arif Seorang kepala desa di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, dikabarkan digerebek bersama perempuan di dalam kamar hotel Kota Mojokerto.
Informasi yang dihimpun dari tokoh masyarakat menyebutkan, oknum kepala desa Podoroto berinisial ADM tersebut diamankan bersama seorang perempuan di dalam kamar hotel.
Perempuan yang bersangkutan diketahui berinisial IAS warga Carangrejo yang disebut-sebut diduga merupakan staf PMD (Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) di wilayah Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.
Menurut keterangan tokoh masyarakat Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, peristiwa itu terjadi pada Jumat, 2 Januari 2026 siang.
Kronologinya, suami dari perempuan tersebut mendatangi pihak resepsionis hotel usai menunaikan salat Jumat. Ia kemudian menunjukkan buku nikah dan meminta pihak hotel membuka kamar yang dimaksud.
“Dari informasi yang beredar di masyarakat, suami perempuan tersebut sudah mengetahui keberadaan istrinya di hotel bersama yang bersangkutan,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.
Sumber yang sama menyebutkan, sebelum kamar hotel dibuka, diduga suami perempuan tersebut telah melacak keberadaan istrinya melalui telepon genggam. Saat pintu kamar dibuka, diduga sempat terjadi ketegangan di dalam ruangan. Bahkan, ditemukan adanya bercak darah di lokasi kejadian.
“Namun detail kejadian di dalam kamar seperti apa, saya tidak mengetahui secara pasti,” kata sumber tersebut.
Pasca kejadian, penanganan perkara ini diserahkan kepada Polsek Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait status hukum para pihak yang terlibat.
Sementara itu, Ketua BPD Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Jombang, M Irwani Nasirul Umam mengatakan jika Kepala Desa sedang berada di Mojokerto.
"Ini tadi Kades hubungi Sekdes, mendelegasikan kalau-kalau ada dokumen yang perlu ditandatangani. Nyuruh sekdes tanda tangan. Teleponya pakai handphone TPK," tuturnya, Selasa, 6 Januari 2026. (*)